Submit

16 Nov 2012

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK GALI KUNCI SISWA KELAS X PROGRAM AKSELERASI SMA NEGERI 1 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2008/2009

 

 

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK GALI KUNCI SISWA KELAS X PROGRAM AKSELERASI SMA NEGERI 1 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2008/2009

 

 

 

 

 

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

 

 

 

Disusun sebagai bentuk pengembangan profesi guru

 

 

 

 SMA 1 Purworejo

 

oleh:

 

PARTINEM, S.Pd..

Guru Bahasa Indonesia SMA 1 Purworejo

 

 

 

 

 

 

 

PURWOREJO 2009

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGESAHAN

 

 

 

Karya tulis berjudulul Upaya Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Teknik Gali Kunci Siswa Kelas X Program Akselerasi SMA Negeri 1 Purworejo Tahun Pelajaran 2008/2009 telah disetujui dan disahkan pada

hari:

tanggal:

tempat:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Purworejo, April 2009

Kepala SMA Negeri1 Purworejo,

 

 

 

 

Dra.Budiastuti Sumaryanti, M.Pd

NIP 196010051987032006

 

 

 

 

 

 

 

ii

MOTO DAN PERSEMBAHAN

 

Moto:

 

Dengan puisi aku bernyanyi sampai senja umurku nanti,dengan puisi aku bercinta hingga berbatas cakrawala.dengan puisi aku mengenang keabadian yang akan datang,dengan puisi aku menangis jarum waktu bila tajam mengiris, dengan puisi aku mengutuk nafas zaman yang busuk, dengan puisi aku berdoa perkenankanlah kiranya

(Taufik Ismail, Tirani dan Benteng, 1983:62)

 

Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dan dengan agama hidup menjadi terarah(Mukti Ali)

 

Inna sholati, wanusukhi, mamahyaya, wamamati, lilla hirobbil alamin

 

 

 

Saudara-saudara puisi adalah bau anyir keringat berjuta rakyat puisi adalah kehidupan mereka yang alot dan berat adalah pikiran dan tenaga mereka yang sekarat, adalah darah luka mereka yang muncrat

Saudara-saudara puisi bukan sejenis pakaian sore atau pakaian pesta yang terpampang di kaca etalase hasil desainer-desainer kebudayaan.

Saudara-saudara setidaknya puisi bisa mengajari kita untuk berkata: TIDAK!

(Emha Ainun Najib, dari: Sesobek Buku Harian Indonesia, hlm.103-104)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Persembahan:

Karya sederhana ini penulis persembahkan untuk murid-murid tercinta, terima kasih, kalian adalah ladang pembelajaran yang amat berharga

 

 

 

 

 

 

 

 

iii

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

 

Tiada untaian kata yang lebih indah selain ucapan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah begitu banyak melimpahkan karunia, taufik, hidayah, serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis sederhana yang berjudul Upaya Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Teknik Gali Kunci Siswa Kelas X Program Akselerasi SMA Negeri 1 Purworejo Tahun Pelajaran 2008/2009.

Penulisan karya tulis dapat terselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ibu Dra. Budiastuti Sumaryanti, M.Pd., Kepala SMA Negeri 1 Purworejo yang telah memberi kesempatan, peluang, bimbingan, dan motivasi kepada penulis.

2. Ibu Tuti, Pak Poniran, selaku petugas perpustakaan yang selalu sabar dan ramah melayani penulis untuk meminjam berbagai referensi.

3. Teman sejawat, Bapak dan Ibu guru SMA Negeri 1 Purworejo yang selalu memberi warna dalam kehidupan.

4. Ibu Dra. Sri Sujarotun, sahabat dan kakakku yang selalu sabar dan selalu memberikan motivasi.

Ucapan terima kasih yang tulus juga penulis sampaikan buat Mas Son, suamiku terkasih atas kesabaran dan kebesaran jiwanya. Untuk Rara, Bima, dan Naufal, anak-anakku tersayang yang memberi warna ceria dalam hidup.

Penulis menyadari bahwa karya tulis ini sungguh masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran senantiasa penulis harapkan. Walaupun demikian, penulis tetap berharap semoga karya ini  memberikan manfaat.

 

Purworejo. April 2009

 

Partinem

 

                                               

           

DAFTAR ISI

           

HALAMAN JUDUL.....................................................................................i

PENGESAHAN............................................................................................ii

MOTO DAN PERSEMBAHAN.................................................................iii

KATA PENGANTAR..................................................................................iv

DAFTAR ISI..................................................................................................v

ABSTRAK.....................................................................................................vi

 

BAB I  PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang...................................................................................1
  2. Rumusan Masalah..............................................................................2
  3. Tujuan..................................................................................................2
  4. Manfaat................................................................................................2

 

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

A.      Landasan Teori...................................................................................3

1.      Apresiasi puisi..........................................................................3

2.      Hakikat puisi............................................................................4

3.      Teknik Gali Kunci...................................................................6

B.       Kerangka Berpikir.............................................................................7

C.      Hipotesis..............................................................................................8

 

BAB III METODE PENELITIAN

  1. Desain Penelitian.................................................................................9
  2. Prosedur Penelitian............................................................................10
  3. Subjek dan Objek pPenelitian...........................................................11
  4. Teknik Pengumpulan Data................................................................12
  5. Instrumen Penelitian..........................................................................13
  6. Teknik Analisis Data..........................................................................13
  7. Kriteria Keberhasilan........................................................................14

 

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Penelitian Siklus I....................................................................15

B.     Hasil Penelitian Siklus II...................................................................17

C.    Pembahasan........................................................................................19

 

BAB V PENUTUP

  1. Simpulan...............................................................................................20
  2. Saran.....................................................................................................20

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

 

v

 

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI TEKNIK GALI KUNCI SISWA KELAS X PROGRAM AKSELERASI SMA 1 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2008/2009

 

 

Oleh

Partinem, S.Pd.

 

 

ABSTRAK

 

 

 

Penelitian ini berlatar belakang dari kesulitan siswa untuk mengawali atau mendapatkan ide awal menyusun puisi.Kesulitan mereka dilatarbelakangi oleh anggapan bahwa puisi itu hanya milik para pengarang besar, bahasanya sulit dipahami, dan tidak ilmiah.Menulis puisi merupakan tataran  apresiasi tertinggi.Materi puisi merupakan salah satu materi esensial dalam kurikulum bahasa Indonesia SMA. Sangat disayangkan apabila materi penting ini tidak dipelajari secara sungguh-sungguh. Di samping itu, masih banyaknya siswa yang beranggapan bahwa puisi berdekatan dengan sifat cengeng, tidak bermanfaat, tidak ilmiah, sulit dipahami dan membuang-buang waktu .Dari sinilah guru dituntut untuk mengubah pandangan bahwa puisi itu  dekat dengan kita, bermanfaat dan menyenangkan, dan tidak sulit untuk dibuat.

Dari masalah tersebut di atas, penulis berupaya memberikan salah satu teknik menulis puisi dengan teknik Gali Kunci.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas teknik Gali Kunci terhadap kemampuan siswa menulis puisi dan untuk mengetahui adakah perubahan perilaku siswa dalam mengapresiasi puisi.Data yang diperoleh merupakan data dari penelitian tindakan kelas yang diolah secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari jurnal dan lembar observasi serta wawancara,sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil tes menulis puisi .Tes terdiri atas dua siklus. Dari pengolahan data diketahui terdapat peningkatan nilai apresiasi siswa terhadap puisi.Demikian pula dari analisis jurnal wawancara, dan observasi diketahui bahwa siswa mengalami perubahan cara pandang terhadap puisi . Dapat disimpulkan bahwa teknik Gali Kunci meningkatkan apresiasi puisi siswa kelas X Akselerasi SMA N 1 Purworejo tahun 2008/2009

 

 

 

.

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                              vi

 

BAB I

 

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

 

Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi dan yang disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mata pelajaran bahasa Indonesia tercantum tiga bentuk karya sastra yang diajarkan kepada siswa SMA yaitu bentuk lirik, epik, dan dramatik. Bentuk lirik  berupa puisi, epik berupa prosa, dan dramatik berupa karya drama. Ketiga bentuk tersebut memiliki karakteristik yang berbeda namun memiliki kesamaan unsur yang harus diperhatikan yaitu pemahaman, penghayatan, dan pemamapran.

 Dari ketiga bentuk karya sastra ini, penulis hanya mengkhususkan pada bentuk puisi, Kompetensi dasar yang membahas puisi sesuai dengan stantar kurikulum berbasis kompetensi adalah sebagai berikut:

Kelas X, semester 1:

·         Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang disampaikan secara langsung atau melalui rekaman(5.1)

·         Mengungkapkan isi suatu puisi yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman(5.2)

·         Menulis puisi lama dengan memperhatikan bait, irama, dan rima(8.1)

·         Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima(8.2)

           

 Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, ternyata sebagian besar siswa mengalami kesulitan untuk memulai /mengawali menulis puisi. Mereka beranggapan bahwa jika mereka memaksakan menulis puisi hasilnya tetap tidak akan bagus seperti karya pengarang-pengarang yang sudah cukup ternama. Siswa juga beranggapan bahwa karya puisinya tidak bermutu, tidak seindah  dan tak secanggih diksi pada puisi para sastrawan. Di samping hal tersebut, ada pula siswa yang menganggap bahwa puisi itu sulit dipahami, tak berguna, membuat orang menjadi sentimentil dan cengeng, tidak ilmiah dan tidak menjamin masa depan.

 

 Bahkan beberapa siswa masih menertawakan apabila ada siswa lain membacakan puisi di depan kelas dengan ekspresi yang sungguh-sungguh.Selain permasalahan tersebut, masih banyaknya guru bahasa Indonesia yang kurang bersungguh-sungguh mendalami dan menyampaikan materi puisi kepada siswa. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya guru tidak kompeten dalam bidang puisi, waktu antara sastra dan bahasa sangat terbatas, kurangnya pelatihan untuk guru terkait dengan puisi, terbatasnya sarana dan prasarana yang ada di sekolah.

Melihat masih kurang memuaskannya apresiasi puisi di kalangan siswa akselerasi, penulis mencoba untuk menerapkan salah satu teknik yang merupakan pengembangan dari bedah kata misteri yang merupakan model pembelajaran di bidang bahasa khususnya dalam pengembangan wacana deskripsi.Penulis berharap dengan menerapkan teknik yang bervariasi dalam proses belajar mengajar, hasil yang akan diperoleh lebih optimal.Teknik yang penulis gunakan penulis beri nama teknik gali kunci. Teknik ini berupa pemberian stimulus berupa sebuah kata kunci yang harus dieksplorasi oleh siswa sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki siswa. Dari eksplorasi kata yang terkumpul barulah disusun menjadi sebuah puisi. Dengan kata lain teknik ini sebagai pemantik awal agar siswa tidak kesulitan menemukan ide dalam menulis puisi.

 

 

  1. Rumusan Masalah

1)      Apakah teknik Gali Kunci  dapat meningkatkan  kemampuan siswa menulis puisi sebagai apresiasi tingkat tertinggi?

2)      Bagaimana perubahan perilaku siswa dalam pembelajaran apresiasi puisi dengan menggunakan teknik Gali Kunci?

  1. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan:

1)      Mendeskripsikan tingkat kemampuan siswa menulis puisi setelah menggunakan teknik Gali Kunci

2)      Mengetahui perubahan perilaku siswa dalam pembelajaran apresiasi puisi dengan menggunakan teknik Gali Kunci

     D. Manfaat

1)      Bagi siswa hasil penelitian ini dapat dijadikan motivasi untuk meningkatkan prestasi belajar khususnya dalam apresiasi puisi tingkat yang tertinggi yakni menghasilkan karya puisi

2)      Bagi guru hasil penelitian ini dapat dijadikan inspirasi  bahwa guru selalu dituntut untuk menciptakan pembelajarn yang kreatif, inovatif, menyenangkan, dan bermakna

3)      Bagi sekolah hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan  di sekolah dengan selalu memberi peluang kepada guru untuk senantiasa meningkatkan kompetensinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

 

 

A.Landasan Teori

    1. Apresiasi Puisi

        Apresiasi berasal dari kata appreciate (bahasa Belanda), appreciation (bahasa Inggris), yang berarti penghargaan, to appreciate berarti menghargai, apprehension (bahasa Inggris), berarti pengertian, penghayatan, dan penghargaan. Dalam konteks yang lebih luas istilah apresiasi menurut Gove (via Aminuddin, 1997: 34) mengandung makna yaitu, (1) pengenalan melalui perasaan dan kepekaan batin, dan (2) pemahaman dan pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang diungkapkan pengarang. Effendi (1973: 18) menyatakan bahwa apresiasi sastra adalah kegiatan menggauli cipta sastra secara sungguh- sungguh, sehingga tumbuh pengertian, penghayatan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap sastra

Apresiasi menurut kamus istilah sastra adalah penghargaan (terhadap karya sastra) yang didasarkan pada pemahaman (Sudsjiman, 1990: 9). Lebih lanjut diterangkan bahwa apresiasi merupakan jawaban seseorang yang sudah matang dan sudah berkembang ke arah nilai dengan tepat, dan menjawabnya dengan hangat dan simpatik. Seseorang yang telah memiliki apresiasi bukan sekedar yakin bahwa sesuatu dikehendaki, tetapi benar-benar mengisyaratkan sesuatu dan menyam butnya dengan sikap yang penuh kegairahan.

Pengertian apresiasi yang lain disampaikan oleh Squire dan Taba (Via Aminuddin 1987: 34-37) bahwa sebagai suatu proses apresiasi melibatkan tiga unsur inti, yaitu (1) aspek kognitif, (2) aspek emotif, (3) aspek evaluatif. Aspek kognitif  berkaitan  dengan unsur intrinsik dan ekstrinsik. Aspek emotif berkaitan dengan unsur-unsur emosi dalam upaya menghayati unsur keindahan sastra yang dihadapi. Aspek evaluatif berkaitan dengan penilaian baik buruk, indah tak indah, sesuai tidak sesuai, dan sebagainya.

Kegiatan apresiasi sastra merupakan suatu proses. Pembinaan sastra di sekolah merupakan proses menuju apresiasi yang sebenarnya. Proses apresiasi oleh Wardani(via Sayuti 1994: 15-18) dibagi dalam empat tingkatan, yaitu tingkat menggemari, menikmati, mereaksi, dan memproduksi. Tingkat menggemari ditandai dengan adanya rasa tertarik pada buku-buku sastra serta adanya keinginan untuk membacanya.Tingkat menikmati ditandai dengan adanya kemampuan menikmati

cipta sastra karena mulai tumbuh pengertian tentang sastra. Tingkat mereaksi dimulai dengan  adanya keinginan untuk menyatakan pendapat tentang cipta sastra yang dinikmati, sedangkan tingkat produksi ditandai dengan  keikutsertaan pembaca untuk menghasilkan karya sastra. Apresiasi seseorang dapat dikembangkan ke arah tingkatan yang lebih tinggi. Pada tingkatan apresiasi awal keterlibatan emosi dan imajinasi pada karya sastra masih sangat kuat, sedangkan pada perkembangan yang lebih tinggi kemampuan intelektual dan penguasaan pengertian teknis lebih dominan.

Apresiasi puisi berkaitan dengan kegiatan yang ada sangkut pautnya dengan puisi, yaitu mendengar atau membaca puisi dengan penghayatan yang sungguh-sungguh, menulis puisi, mendeklamasikan puisi, dan menulis resensi puisi. Kegiatan ini menyebabkan  sesorang memahami puisi secara mendalam ( dengan penuh penghayatan) merasakan apa yang ditulis penyair, mampu menyerap nilai-nilai  yang terkandung di dalam puisi, dan menghargai puisi sebagai karya seni dengan keindahan atau kelemahannya (Waluyo, 2005: 44).

Menurut Abdul Rozak Zaidan, apresiasi puisi dibatasi sebagi penghargaan atas puisi sebagi hasil pengenalan, pemahaman, penafsiran, penghayatan, dan penikmatan atas karya tersebut.yang  didukung oleh kepekaan batin terhadap nilai-nlai yang terkandung dalam puisi itu. Dalam batasan ini syarat untuk dapat mengapresiasi adalah kepekaan batin terhadap nilai-nilai karya sastra  sehingga seseorang  (1) mengenal,(2) memahami, (3) mampu menafsirkan, (4) menghayati, (5) dapat menikmati.

Disick menyebutkan empat tingkatan apresiasi puisi, yaitu:

1). Tingkatan menggemari : keterlibatan batin belum kuat baru sering terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan puisi. Jika ada puisi ia akan senang membaca, jika ada acara pembacaan puisi secara lansung atau berupa siaran tunda, ia akan menyediakan waktu untuk menontonnya. Jika ada lomba deklamai ia akan melihatnya

 

 

 

2). Tingkatan menikmati :  keterlibatan batin pembaca terhadap puisi sudah semakin mendalam. Pembaca akan ikut sedih terharu, dan bahagia, dsb. Ketika membaca puisi. Pembaca atau pendengar pembacaan puisi mampu menikmati keindahan yang ada dalam puisi itu secara kritis.

3). Tingkatan mereaksi: sikap kritis terhadap puisi lebih menonjol karena ia telah mampu menafsirkan dengan saksama dan mampu menilai baik buruknya sebuah puisi. Penafsir puisi mampu menyatakan keindahan puisi dan menunjukkan di mana letak keindahan itu. Demikian juga jika ia  menyatakan kekurangan suatu puisi, ia akan mampu menunjukkan di mana letak kekurangannya.

4). Tingkatan memproduksi : apresiator puisi mampu menghasilkan (menulis), mengkritik, mendeklamasikan atau membuat resensi terhadap sebuah puisi secara tertulis. Dengan kata lain, ada produk yang dihasilkan oleh seseorang yang berkaitan dengan puisi.

 

2. Hakikat Puisi

 Puisi  adalah karya sastra yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif).Kata-kata betul-betul dipilih agar memiliki kekuatan pengucapan. Walaupun singkat atau padat, namun berkekuatan. Kata-kata yang digunakan berima dan memiliki makna konotatif atau bergaya figuratif(Waluyo, 2005,1).

 

Ciri-ciri kebahasaan puisi adalah sebagai berikut:

Aspek Lahiriah Puisi

a).Pemadatan Bahasa

Bahasa dipadatkan agar berkekuatan gaib. Jika dibaca kata-kata membentuk larik dan bait. Kata dan frasa memiliki makna yang lebih kuat daripada kalimat biasa.

Contoh:

 Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh

Mengingat kau penuh seluruh

Cayamu panas suci

Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

 

 

b).Pemilihan Kata Khas

 

Kata-kata yang dipilih penyair dipertimbangkan betul dari berbagai aspek dan efek pengucapannya. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam pemilihan kata (diksi) dalam puisi adalah sebagai berikut:

a)      Makna Kias

b)      Lambang

c)      Persamaan bunyi atau rima

        Contoh:

Pagiku hilang sudah melayang

Hari mudaku telah pergi

Kini petang datang membayang

Batang usiaku sudah tinggi

 

c).Kata Konkret

Penyair ingin menggambarkan sesuatu secara konkret. Oleh karena itu, kata-kata diperkonkret. Bagi penyair mungkin dirasa lebih jelas, namun bagi pembaca kadang sulit ditafsirkan maknanya.

Contoh:

Burung dara jantan yang nakal

Yang sejak dulu kau piara

Kini terbang dan telah menemu jodohnya

Ia telah meninggalkan kandang  yang

Kaubuatkan

Dan tiada akan pulang

Buat selama-lamanya

 

d).Pengimajian

Penyair juga menciptakan pengimajian atau pencitraan dalam puisinya. Pengimajian adalah kata atau susunan kata-kata yang dianggap dapat memperjelas atau memperkonkret apa yang dinyatakan penyair. Melalui pengimajian, apa yang digambarkan seolah-olah dapat dilihat(imaji visual), didengar(imajiauditif), atau dirasa (imaji taktil).

Contoh: 

Dengan ketam kupanen terus kesabaran hatimu

Cangkulku iman dan sajadahku lumpur yang kental

Langit yang menguji ibadahku meneteskan cahaya redup

........................................................................................

Mendekatlah padaku dan dengarkan kasidah ikan-ikan

Kini hatiku kolam yang menyimpan kemurnianMu

 

e).Irama (ritme)

Irama atau ritme berhubungan dengan pengulangan bunyi, kata, atau frasa, dan kalimat. Dalam puisi lama  irama berupa pengulangan yang teratur suatu baris puisi yang menimbulkan gelombang yang menciptakan keindahan.Irama juga berarti pergantian keras-lembut, tinggi-rendah, atau panjang –pendek kata secara berulang-ulang dengan tujuan menciptakan gelombang yang memperindah puisi.

Contoh:

Pagiki hilang/ sudah melayang

Hari mudaku/telah pergi

Kini petang/datang membayang

Batang usiaku/sudah tinggi

 

 

f).Tata Wajah (tipografi)

Dalam puisi mutakhir banyak ditulis puisi yang mementingkan tata wajah, bahkan penyair berusaha menciptakan puisi seperti gambar. Puisi semacam ini sering disebut puisi konkret karena tata wajahnya  membentuk gambar yang mewakili maksud tertentu.

Contoh:

Doktorandus Tikus I

 

Selusin toga

                  Me

                              Nga

                                          Nga

Seratus tikus berkampus

                                          Di atasnya

                              Dosen dijerat

Profesor diracun

                  Kucing

                              Kawin

                                          Dan bunting

Dengan predikat

                              Sangat memuaskan

 

 

 

 

 

Aspek Batiniah Puisi

Di samping aspek di atas yang digolongkan sebagai aspek lahiriah, puisi juga terbangun atas aspek batiniah puisi, yakni:

a)      Tema

b)      Nada dan suasana

c)      Perasaan dalam puisi

d)     Amanat puisi

Tema, merupakan subject matter/ gagasan pokok yang dikemukakan oleh penulis puisi dalam karyanya. Tema yang dapat diangkat bisa ketuhanan, kemanusiaan,patriotisme, cinta tanah air, cinta kasih antara pria dan wanita, kerakyatan dan demokrasi,pendidikan dan budi pekerti, dll.

Nada dan suasana, nada mengungkapkansikap penyair terhadap pembaca, apakah menasihati, mengejek, menyindir, mengagumi, atau membesarkan hati.

Perasaan, rasa benci, suka, bangga, kecewa, dsb. Yang diungkapkan penulis dalam karyanya.

Amanat atau pesan , sesuatu yang disampaikan penulis kepada pembaca melalui karyanya, yang sering disebut pula dengan istilah nilai. Menurut Kamus Istilah Sastra Dunia, nilai karya sastra meliputi lima hal, yakni nilai hedonik, artistik, kultural, etik-moral-religius, dan nilai praktis. Sedangkan menurut Prof. Dr. Raminah Baribin, suatu karya sastra bernilai seni tinggi apabila di dalamnya mengandung lima tingkatan pengalaman jiwa ( niveau), yakni niveau anorganis, vegetatif, animal, human, dan religius/filosofis.

 

3.Teknik Gali Kunci

 

Berangkat dari hakikat puisi yang berupa pemadatan kata, bahkan kata melahirkan berjuta makna, kata mempunyai otoritas yang juga tidak boleh terjajah oleh pengguna kata-kata, penulis memberanikan diri menggunakan teknik pembelajarn apresiasi puisi dengan cara menggali kata kunci. Kata kunci di sini adalah kata-kata yang penulis pilih lalu siswa menggali kata-kata lain yang berkaitan dengan kata kunci yang dimaksud. Kata kunci yang digunakan masih tersembunyi dalam suatu aplop. Siswa dibentuk berkelompok. Setiap kelompok mendapat satu amplop  kata kunci. Dalam kelompok siswa menggali kata-kata yang berkait

dengan kata kunci tersebut. Setelah setiap kelompok memaparkan hasil kerja

kelompoknya, secara perorangan mencoba untuk menyusun kata-kata yang telah

diperoleh dalam kelompok menjadi puisi utuh. Setelah selesai, setiap siswa membacakan puisinya di depan kelas dan akan ditanggapi oleh siswa lain dan juga guru.

 

 

B. Kerangka Berpikir

 

Puisi merupakan bentuk pengungkapan pikiran dan perasaan yang berupa pemadatan kalimat menjadi kata. Puisi-puisi yang sering kita baca tentunya berangkat dari kalimat yang panjang dan bahkan sebuah kisah, perjalanan hidup, bahkan biografi , pengalaman hidup penulisnya yang dipadatkan menjadi kata-kata singkat yang bermakna dalam dan mempunyai kekuatan luar biasa. Jadi puisi bukanlah sesuatu yang sulit untuk dibuat, teknik berpikir dapat kita ubah yakni dari induktif menjadi deduktif. Dari sebuah kata terlahir berjuta makna. Dari hal kecil, sepele, mengandung dan mengundang pesona luar biasa, berkekuatan perkasa.Maka dari sebuah kata bisa terlahir berbagai macam tafsir makna bergantung tingkat pengetahuan dan pemahaman kita.

 

  1. Hipotesis

 

Teknik gali kunci dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi para  siswa. Dengan demikian, apresiasi puisi tingkatan tertinggi yakni mampu menghasilkan produk puisi  pun semakin meningkat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

  1. Desain Penelitian

 

Desain dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini bersifat kolaboratoris yang didasrakan pada permasalahan yang muncul dalam kegiatan apresiasi puisi. Penelitian tindakan kelas adalah suatu bentuk penelitian refleksi dari kolektif yang dilakukan oleh peserta-peserta nya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial mereka terhadap praktik-praktik itu dan situasi tempat dilakukannnya praktik-praktik tersebut ( Kemnis&Taggart via Madya, 2006:9).

 OBA                 P                                                       RP

 

Siklus Pembelajaran

Gambar 1. Siklus Pembelajaran

Keterangan:

OBA                     : Observasi Awal

P                            : Perencanaan

T                           : Tindakan

O                           : Observasi

R                           : Refleksi

RP                         : Revisi Perencanaan                                   

 

 

     Prosedur Penelitian Tindakan Kelas

 

Menurut Kemmis dan Taggart via Suyata (1994:16), penelitian tindakan kelas mengenal empat langkah penting yaitu:  perencanaan, tindakan, implementasi tindakan, observasi, dan refleksi.

Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilaksanakan dalam bentuk siklus. Dalam penelitian ini akan dilakukan dua siklus. Gambaran umum penelitiannya adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Gambaran Umum Siklus Penelitian

 

Siklus

Tindakan

Instrumen

Siklus I

Pembelajaran apresiasi puisi, siswa membaca beberapa puisi karya sastrawan terkenal baik lokal maupun nasional secara kelompok

 

Guru menyampaikan materi apresiasi puisi melalui tayangan powerpoint, dilanjutkan  menulis puisi dengan teknik gali kata kunci

 

Siswa berkelompok untuk menggali kata kunci yang diterima, dilanjutkan menyusun puisi secara perorangan

 

Siswa mempresentasikan hasil kerjanya dengan cara membacakan hasil puisinya di depan kelas

 

 

Lembar pengamatan

 

 

 

 

 

Catatan Lapangan

 

 

 

 

Lembar pengamatan

 

 

 

Lembar Penilaian

Catatan Lapangan

Siklus II

 

Pembelajaran apresiasi puisi dari aspek yang belum dikuasai siswa

 

Bimbingan menulis puisi dengan menggali kata kunci

 

Siswa menulis puisi dan membacakannya di depan kelas

 

Guru dan siswa menanggapi puisi yang dibuat dan yang dibacakan

Catatan Lapangan

 

 

 

 

 

Lembar Penilaian

 

 

  1. Subjek dan Objek Penelitian

 

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Program Akselerasi SMA 1 Purworejo.Program percepatan belajar atau akselerasi adalah pelayanan bagi anak-anak yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa,dengan cara memberi kesempatan kepada mereka untuk dapat menyelesaikan program reguler dalam jangka waktu yang lebih singkat. Siswa yang memenuhi persyaratan untuk program ini dikelompokkkan  dalam satu kelas khusus. Adapun kurikulum yang digunakan dalam program percepatan belajar ini adalah kurikulum nasional dan muatan lokal, serta kurikulum berdiferensiasi.

Untuk materi pelajaran bahasa Indonesia antara kelas akselerasi dan kelas reguler tidak berbeda. Yang membedakan kedua program tersebut adalah waktu yang digunakan dalam setiap semesternya.

Objek dari penelitia ini adalah kemampuan apresiasi puisi khususnya apresiasi tingkat tinggi, yakni menghasilkan produk berupa puisi.

 

  1. Teknik Pengumpulan Data

 

Teknik pegumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, catatan lapangan, penugasan , dan dokumentasi.

1.      Pedoman pengamatan digunakan untuk mencatat hal-hal yang terjadi pada saat dilakukan tindakan

2.      Catatan lapangan digunakan untuk mencatat  hal-hal yang terjadi pada saat dilakukan tindakan

3.      Penugasan digunakan untuk mengukur kemampuan apresiasi puisi

 

4.      Dokumentasi diambil selama penelitian berlangsung, sekaligus sebagai dokumentasi peneliti

 

E.Instrumen Penelitian

 

Instrumen penelitian ini adalah lembar pengamatan, penugasan apresiasi {tes), catatan lapangan dan dokumentasi

 

F.Validitas dan Reliabilitas Instrumen

 

Burn  (1999: 161-162) mengemukakan beberapa validitas dalam penelitian tindakan kelas, yaitu validitas demokratik (democratic validity), validitas keluaran

( out camevalidity), validitas proses ( process validity), validitas katalik (catalytic validity), dan validitas dialogik (dialogic validity). Adapaun yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

 

  1. Validitas demokratik

validitas ini dilakukan dalam rangka identifikasi masalah, penentuan fokus masalah, perencanaan tindakan yang relevan dan hal lainnya dari awal hingga penelitian berakhir.

  1. Validitas proses

validitas proses dicapai dengan cara peneliti dan kolaborator secara intensif dan berkesinambungan  berkolaborasi dalam semua kegiatan yang terkait dengan proses penelitian.

Tingkat reliabilitas dalam penelitian ini didasarkan pada kontektual/sitiasional dan terlokasi. Salah satu cara untuk mengetahui sejauh mana data yang dikumpulkan reliabel adalah dengan menyajikan data asli, seperti hasil pengamatan pembelajaran dan aktivitas siswa  dalam proses pembelajaran dan hasil pengisian lembar penilaian.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Teknik Analisis Data

 

Analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis tindakan proses tindakan kelas  dan hasil dari tindakan. Analisis tindakan dilakukan secara kualitatif. Sementara itu, analisis hasil tindakan dikaukan secara kuantitatif. Analisis proses tindakan (kualitatif) dilakukan dengan kolaborasi pada saat refleksi yang didasarkan dari data yang terkumpul. Analisis hasil tindakan (kuantitatif) dilakukan untuk menganalisis data yang berupa skor, yang merupakan hasil penilaian kemampuan apresiasi puisi yalni kemampuan menulis puisi. Dari setiap siklus diperoleh skor tiap-tiap siswa, yang kemudian dicari rata-ratnya. Dengan membandingkan rata-rata skor siklus I dan II dapat terlihat peningkatan apresiasi puisi dari subjek penelitian.

 

 

  1. Kriteria Keberhasilan

 

Indikator keberhasilan yang dipakai dalam penelitian ini adalah jika kemampuan apresiasi puisi siswa meningkat dilihat dari segi proses dan hasil. Jika dilihat dari segi hasil , kriteria keberhasilan dapat dilihat dari aspek :

  1. Struktur fisik /lahiriahpuisi

a)      Diksi

b)      Pengimajian

c)      Kata konkret

d)     Bahasa figuratif

e)      Versifikasi

f)       Tipografi

  1. Struktur psikis/batiniah puisi

a)      tema

b)      perasaan

c)      nada suasana

d)     amanat/pesan

 

                                                            BAB IV

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

A.Hasil Penelitian Siklus I

 

Perencanaan dan persiapan untuk siklus yang pertama dua hari sebelum tindakan dilakukan yaitu pada hari Senin, 5 Januari 2009. Pada saat itu peneliti dan kolaborator yakni guru dalam Team Teching bahasa Indonesia SMA 1 Purworejo mendiskusikan  satuan acara pembelajaran dan materi yang terkait dengan apresiasi puisi tingkatan yang paling tinggi yakni penulisan produk berupa karya puisi. Selain itu juga dipersiapkan pedoman wawancara, lembar observasi, jurnal untuk guru dan juga siswa, serta instrumen tes.

 

1.Hasil Nontes

Hasil nontes siklus satu  mencakup hasil yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan jurnal. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa lebih tertantang untuk menggali ide berdasarkan kata kunci yang ditawarkan.Selanjutnya, dari 22 siswa diperoleh informasi bahwa teknik ini baru pertama kali dilakukan. Walaupun begitu ada sebagian siswa yang masih merasa bingung membedakan antara tema dan amanat, demikian pula aspek nada dan suasana puisi. Dalam proses pembelajaran , berdasarkan pengamatan antara guru peneliti dan kolaborator siswa nampak lebih aktif, ada kompetisi antarkelompok, Namun masih terdapat beberapa siswa (3 orang) yang kurang antusias dalam kelompok.Sedangkan yang lainnya sejumlah sembilan belas siswa tampak aktif dan serius mengerjakan tugas.

Data jurnal menunjukkan bahwa strategi /teknik gali kata kunci ini disambut baik oleh sebagian besar siswa yakni 19 orang menunjukkan reaksi positif. Dan beberapa siswa juga menyatakan bahwa teknik ini sangat bagus digunakan karena memberikan peluang kepada siswa untuk kreatif, dan berkompetisi untuk melahirkan karya yang unik dan bernilai.

 

 

 

2.Hasil Tes

Setelah dilakukan tes kemampuan siswa dalam menulis puisi yang meliputi aspek pembangun puisi yakni struktur lahir dan struktur batin, diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 2. Hasil Penilaian Aspek Lahiriah Puisi

 

No.

 

Kategori

Skor

Responden

Hasil Klasikal

1.

2.

3.

4.

5.

Baik sekali

Baik

Cukup

Kurang

Kurang sekali

84-100

73-83

62-72

51-61

0  -50

 

3

11

5

3

0

 

 

Skor rata-rata 1630/22 =74,09

Kategori: Baik

 

Jumlah

 

22

 

 

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui kemampuan siswa dalam menulis puisi ditinjau dari struktur lahiriah yang meliputi pemadatan kata, diksi, kata konkret, rima dan irama, dan tipografi  adalah sebagai berikut:

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui kemampuan siswa dalam menulis puisi ditinjau dari struktur lahiriah yang meliputi pemadatan kata, diksi, kata konkret, rima dan irama, dan tipografi  adalah sebagai berikut:

Dari 22 siswa  yang diteliti terdapat 3 siswa berkategori baik sekali yang berarti 13,6 %, sedangkan kategori baik sebanyak 11 siswa atau sebesar 50 %. Untuk kategori cukup sejumlah 5 siswa atau 22%, sedangkan kategori kurang sejumlah 3 siswa atau 13,6%. Dengan menerapkan cara perhitungan yang telah diuraikan pada analisis data, diperoleh data skor rata-rata kemampuan menulis puisi ditinjau dari struktur lahiriahnya sebesar 74,09. Jika skor maksimal  100, skor rata-rata siswa sebesar 74,09 itu berarti berada pada kategori baik dan jika dipersentase mencapai  86%.

 

Tabel 3. Hasil Penilaian Aspek Batiniah Puisi

 

No.

Kategori

Skor

Responden

Hasil Klasikal

1.

2.

3.

4.

5. 

Baik sekali

Baik

Cukup

Kurang

Kurang sekali

84-100

73-83

62-72

51-61

0  -50

 

5

10

4

3

0

 

Nilai rata-rata 1635/22=74,32

Kategori : Baik

 

Ditinjau dari aspek batiniah , kemampuan siswa  yang berkategori baik sekali sebanyak 5 siswa atau 22,27 %, sedangkan yang berada pada posisi baik sebanyak 10 siswa atau 45 %. Siswa yang berkategori cukup sebanyak 4 siswa atau 18% dan siswa berkategori kurang sebanyak 3 siswa atau 13,6%.

 

Ditinjau dari aspek batiniah , kemampuan siswa  yang berkategori baik sekali sebanyak 5 siswa atau 22,27 %, sedangkan yang berada pada posisi baik sebanyak 10 siswa atau 45 %. Siswa yang berkategori cukup sebanyak 4 siswa atau 18% dan siswa berkategori kurang sebanyak 3 siswa atau 13,6%.

 

 

 

 

B. Hasil Penelitian Siklus II

1. Hasil Nontes

Hasil observasi pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan keseriusan siswa. Sebanyak 21 siswa menunjukkan keseriusan  yang tinggi saat mengikuti pembelajaran apresiasi puisi dengan teknik gali kata kunci. Jika pada siklus satu gali kunci dilakukan dalam kelompok, pada siklus kedua gali kunci ditempuh secara individu. Dari hasil wawancara dapat diinformasikan bahwasiswa yang semula berautosugesti bahwa ia tidak berbakat dan tidak yakun bisa menulis puisi ternyata lebih membuka diri dan ternyata memang mampu menulis puisi dengan bagus asal mau berusaha dan berlatih secara terus-menerus. Kelambanan dalam menulis puisi hanya dialami oleh satu siswa saja atau 4% saja.

Data jurnal menunjukkan bahwa pembelajaran apresiasi puisi khususnya tingkatan apresiasi tertinggi dengan teknik gali kunci lebih mampu mengaktifkan siswa dan lebih menarik bagi siswa terbukti dari 21 siswa atau 95% menunjukkan reaksi positif terhadap terhadap penyampaian pembelajaran dengan teknik ini dan menganggap bahwa teknik ini sangat tepat digunakan sebagai salah satu alternatif cara mengembangkan ide dalam menulis puisi.

Tabel 4.Hasil Penilaian Aspek Lahiriah Puisi

No.

Kategori

Skor

Responden

Hasil Klasikal

1.

2.

3.

4.

5.

Baik sekali

Baik

Cukup

Kurang

Kurang sekali

84-100

73-83

62-72

51-61

0  -50

10

9

3

0

0

Skor rata-rata 1770/22=80,45

Kategori : Baik

 

Kemampuan apresiasi puisi khususnya menulis puisi  ditinjau dari aspek lahiriah  sebagaimana tercantum pada tabel di atas sejumlah 10 siswa atau 45% mencapai kategori baik sekali, sedangkan 9 siswa atau40,9% berkategori baik. Hanya 3 orang yang berkategori cukup dan tak seorang pun berkategori kurang.Dengan skor maksimal 100, jika skor rata-rata mencapai 80,45 berarti rata-rata siswa berkategori baik dan jika dipersentase kemampuan rata-rata siswa dalam menulis puisi ditinjau dari aspek lahiriah adalah 100%

Kemampuan apresiasi puisi khususnya menulis puisi  ditinjau dari aspek lahiriah  sebagaimana tercantum pada tabel di atas sejumlah 10 siswa atau 45% mencapai kategori baik sekali, sedangkan 9 siswa atau40,9% berkategori baik. Hanya 3 orang yang berkategori cukup dan tak seorang pun berkategori kurang.Dengan skor maksimal 100, jika skor rata-rata mencapai 80,45 berarti rata-rata siswa berkategori baik dan jika dipersentase kemampuan rata-rata siswa dalam menulis puisi ditinjau dari aspek lahiriah adalah 100%.

 

Tabel 5. Hasil Penilaian Aspek Batiniah Puisi

No.

Kategori

Skor

Responden

Hasil klasikal

1.

2.

3.

4.

5.

Baik sekali

Baik

Cukup

Kurang

Kurang sekali

84-100

73-83

62-72

51-61

0  -50

 

 

8

11

5

0

0

Skor rata-rata 1870/22=85

Kategori= Baik sekali

 

Kemampuan siswa dalam menulis puisi ditinjau dari aspek batiniahnya  adalah siswa yang berkategori baik sekali sejumlah 8 siswa atau 36,36%, sedangkan yang berkategori baik 11 siswa atau 50%. Siswa dalam kategori cukup sebanyak 5 siswa atau 22,72% dan tak seorang siswa pun menenpati kategori kurang.Secara klasikal skor rata-rata mencapai  85 berada pada kategori baik sekali yang jika dipersentase kemampuan rata-rata siswa menulis puisi ditinjau dari aspek batiniahnya  adalah 100%.

Kemampuan siswa dalam menulis puisi ditinjau dari aspek batiniahnya  adalah siswa yang berkategori baik sekali sejumlah 8 siswa atau 36,36%, sedangkan yang berkategori baik 11 siswa atau 50%. Siswa dalam kategori cukup sebanyak 5 siswa atau 22,72% dan tak seorang siswa pun menenpati kategori kurang.Secara klasikal skor rata-rata mencapai  85 berada pada kategori baik sekali yang jika dipersentase kemampuan rata-rata siswa menulis puisi ditinjau dari aspek batiniahnya  adalah 100%.

 

D.      Pembahasan

 

Pembahasan akan meliputi hasil tes dan nontes yang telah diperoleh dari penelitian pada siklus I dan siklus II. Hasil tes berupa nilai kemampuan menulis puisi ditinjau dari aspek pembangun puisi, yakni aspek lahiriah dan batiniah puisi, sedangkan hasil nontes berupa perilaku dan sikap siswa yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan jurnal.Dari aspek lahiriah puisi, pada siklus pertama hanya 3 siswa yang mencapai kategori baik sekali, sedangkan pada siklus kedua 10 siswa  yang mampu mencapai kategosi baik sekali.Siswa yang berkategori baik pada siklus I sebanyak 11 siswa menjadi 9 siswa pada siklus II. Untuk kategori cukup pada siklus I sebanyak 5 siswa menjadi 3 orang pada siklus II. Kategori kurang pada siklus I sebanyak 3 orang dan sama sekali tidak ada siswa yang berkategori kurang pada siklus II.

Dari aspek batiniah puisi, pada siklus I terdapat 5 orang berkategori baik sekali dan menjadi 8 orang pada siklus II. Katergori baik pada siklus pertama 10 siswa menjadi 11 siswa pada sikulus II. Kategori cukup 4 siswa pada siklus pertama dan 5 siswa pada siklus II dan kategori kurang pada siklus I sebanyak 3 siswa menjadi tak satu pun siswa yang berkategori kurang pada siklus II.

Peningkatan ini dipengaruhi oleh sikap dan perilaku siswa pada siklus II yang lebih serius dan siswa semakin merasa percaya diri bahwa setiap orang bisa menulis puisi. Autosugesti positif juga mengurangi siswa yang agak kurang berminat pada puisi. Dilihat dari kedua aspek yakni aspek lahiriah dan batiniah puisi, secara umum mengalami peningkatan skor dari siklus I ke siklus II seperti tertuang pada tabel berikut:

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 6. Kemampuan Menulis Puisi pada Siklus I dan II

No.

Siklus

Aspek Penilaian

Aspek Lahiriah  Aspek Batiniah

Jumlah Rata-rata

Keterangan

1.

Siklus I

74,09                              74,32

74,20

Yang bernilai kurang sebanyak 3 siswa dari 22 siswa, yang berarti  13,6%

2.

Siklus II

80,45                              85,00

82,72

Yang berniali kurang tidak ada, berarti secara nyata seluruh siswa tuntas.

 

Secara klasikal kemampuan siswa menyusun/menulis puisi baik dari aspek lahiriah maupun batiniah  pada siklus pertama mencapai nilai rata-rata  74,20. Pada siklus kedua nilai rata-rata mencapai  82,72, berarti terjadi peningkatan sebesar 8,52  atau 8%.

 

Secara klasikal kemampuan siswa menyusun/menulis puisi baik dari aspek lahiriah maupun batiniah  pada siklus pertama mencapai nilai rata-rata  74,20. Pada siklus kedua nilai rata-rata mencapai  82,72, berarti terjadi peningkatan sebesar 8,52  atau 8%.

Pada siklus pertama tuntas belajar secara klasikal sudah tercapai, namun yang bernilai kurang ada tiga siswa, atau ketuntasan mencapai 86% secara klasikal, yang belum tuntas 14 %.Pada siklus kedua seluruh siswa mencapai ketuntasan belajar, tidak terdapat siswa yang bernilai kurang. Dengan demikian pada siklus kedua tuntas 100%

Peningkatan nilai rata-rata dan pencapaian tuntas belajar klasikal sungguh sangat dipengaruhi oleh banyak hal. Teknik pembahasan hasil tulisan siswa secara klasikal ternyata memberi motivasi yang cukup tinggi pada siswa. Para siswa lebih antusias dan serius untuk menulis puisi dengan hasil yang maksimal, merasa tulisannya diperhatikan, dan dihargai. Dengan kata lain siswa lebih senang jika hasil karyanya dikomentari bahkan ditunjukkan perolehan nilainya. Teknik pembahasan hasil tulisan siswa ini terbukti bisa memotivasi siswa yang semula acuh tak acuh dan kurang sungguh-sungguh menjadi cukup serius dan kooperatif pada siklus selanjutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

  1. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:

  1. Teknik menulis puisi dengan teknik gali kunci  dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi baru. Peningkatan itu diketahui dari  hasil pada siklus pertama sebesar 74,20 menjadi sebesar 82,72 pada siklus kedua. Terjadi peningkatan sekitar 8,52%. Ditinjau dari ketuntasan belajar,  teknik ini juga dapat meningkatkan jumlah siswa yang tuntas belajar. Pada siklus pertama ketuntasan klasikal sebesar 86 %, sedangkan pada siklus kedua ketuntasan klasikal mencapai 100%.
  2. Melalui teknik gali kunci ini , bebagai perubahan sikap positif juga diperoleh siswa. Para siswa lebih antusias, aktif, kreatif, serius, kooperatif, toleran, percaya diri, termotivasi, dan tertantang untuk menghasilakan karya terbaiknya.
  3. Teknik gali kunci juga dapat membuat pembelajaran lebih menarik, menyenangkan, tidak membosannkan dan yang lebih penting bermakna. Jadi sastra yang seharusnya dulce at utile, sweet and usefull , indah sekaligus bermakna dapat diwujudkan.

 

B.Saran

 

  1. Untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi, guru dapat menerapkan berbagai teknik, antara lain teknik gali kunci.Teknik ini dilakukan dengan cara menggali kata sebanyak-banyaknya dari kata kunci yang dipilih.
  2. Kemampuan menulis puisi merupakan kemampuan  yang pemerolehannya memerlukan pelatihan yang intensif dan selalu menanamkan sikap percaya diri dengan pemberian motivasi  dan penguatan positif.
  3. Guru hendaknya selalu memberikan bimbingan dan selalu terbuka dalam memberikan koreksi terhadap hasil karya siswa. Sebaiknya guru juga senantiasa  memberi contoh aktif menulis dengan prinsip belajar sepanjang hayat (long life education).

 

Lampiran 1

 

Pedoman Wawancara

 

Nama                                       :

No. Absen                               :

Kelas                                       :

Mata Pelajaran                        :

Kompetensi Dasar                   : Mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui menulis puisi baru

Standar Kompetensi               : Menulis puisi baru

Hari/tanggal                            :

Tahun Pelajaran                       :

 

 

 

Pertanyaan                            :

 

 

    1. Apakah selama Anda ini Anda berminat pada pemebelajaran apresiasi puisi?
    2. Bagaimana pendapat Anda tentang pembelajaran apresiasi puisi yang telah diberikan guru Anda?
    3. Kesulitan apakah yang Anda hadapi selama mengikuti pembelajaran apresiasi puisi?
    4. Apakah Anda merasa kesulitan saat mengawali untuk menulis puisi?
    5. Bagaimana pendapat Anda dengan teknik gali kunci pada pembelajaran menulis puisi?
    6. Apakah yang Anda harapkan terkait dengan pembelajarn menulis puisi dengan teknik gali kunci?

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 2

 

Jurnal Siswa

 

 

Mata  Pelajaran         :           Bahasa dan Sastra Indonesia

No Absen                   :          

Hari / Tanggal           :

Kelas                           :           X / Akselerasi

Tahun Pelajaran       :           2008 /2009

 

  1. Bagaimana perasaan Anda selama mengikuti pembelajaran menulis puisi?
  2. Apa kesulitan Anda alami dalam menulis puisi?
  3. Bagaimana tanggapan Anda mengenai tekhnik gali kata kunci pada pembelajaran menulis puisi?
  4. Bagaimana kesan Anda terhadap gaya mengajar yang dilakukan oleh guru Anda?
  5. Saran apa yang dapat Anda  berikan untuk pembelajaran menulis puisi dengan teknik gali kata kunci?  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 3

Jurnal Guru

Pengampu                  :          

Sekolah                       :

Kelas/Semester          :

Hari/Tanggal             :

 

No

Aspek

Keterangan

T

S

R

1

Keaktifan siswa selama pembelajaran

 

 

 

2

Respon siswa terhadap pembelajaran yang berlangsung

 

 

 

3

Keefektifan teknis Gali Kunci

 

 

 

4

Kerjasama siswa dalam kelompok

 

 

 

 

 

Keterangan:

T                     : Tinggi

S                      : Sedang

R                     : Rendah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 4

 

INSTRUMEN TES

 

 

            Buatlah sebuah puisi utuh dengan memilih salah satu  kata kunci yang ditayangkan melalui LCD.

Hal-hal yang harus diperhatikan:

1.      Tema yang jelas

2.      Nada dan suasana

3.      Mengandung amanat yang baik

4.      Rima dan irama

5.      Diksi yang tepat

6.      Tipografi yang sesuai

7.      Pengimajian

8.      Kata konkret

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 5

 

 

INSTRUMEN DOKUMENTASI FOTO

 

 

            Pengambilan dokumentasi dalam penelitian ini meliputi aktifitas-aktifitas pembelajaran menulis puisi melalui teknik gali kata kunci ,antara lain :

a)      Aktifitas awal pembelajaran

b)     Aktifitas dalam kelompok

c)      Aktifitas pembacaan puisi hasil kelompok

d)     Aktifitas dalam kerja/tugas individu

e)      Aktifitas pembacaan puisi karya pribadi

f)       Diskusi untuk menanggapi hasil unjuk kerja berupa karya puisi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 6

 

FORMAT PENILAIAN TES KETRAMPILAN MENULIS PUISI

 

NO

ASPEK PENILAIAN

KATEGORI

SB

B

C

K

SK

1

Proses

a)      Keaktifan siswa dalam bertanya / menjawab

b)     Keaktifan dalam proses menulis puisi dalam kelompok

c)      Keaktifan dalam proses menulis puisi secara mandiri

 

 

 

 

 

2

Hasil

Aspek lahiriah puisi

Ø  Rima/irama

Ø  Diksi

Ø  Gaya bahasa

Ø  Tepografi

Aspek batiniah puisi

Ø  Tema

Ø  Amanat

Ø  Nada/suasana

Ø  Perasaan

Pemadatan bahasa kata konkret

 

 

 

 

 

 

KETERANGAN :

SB       =          SANGAT BAIK DENGAN SKOR 5

B         =          BAIK DENGAN SKOR 4

C         =          CUKUP DENGAN SKOR 3

K         =          KURANG DENGAN SKOR 2

SK       =          SANGAT KURANG DENGAN SKOR 1

 

 

Lampiran 7

 

 

Nilai Penilaian Menulis Puisi

 

No

Aspek Penilaian

Rentang  Nilai

Bobot

Nilai

 

 

Kriteria Penilaian

1

2

3

4

5

 

 

 

Menulis Puisi

 

 

 

 

 

 

 

             I.      a Pemadatan bahasa

 

 

 

 

 

2

10

b Pemilihan kata khas

 

 

 

 

 

2

10

c Kata konkret

 

 

 

 

 

2

10

d Pengimajinasian

 

 

 

 

 

2

10

e Irama/ritme & rima

 

 

 

 

 

2

10

f Tata wajah

 

 

 

 

 

2

10

          II.      a Tema

 

 

 

 

 

2

10

   b Nada & suasana

 

 

 

 

 

2

10

   c Perasaan dalam puisi

 

 

 

 

 

2

10

   d Amanat

 

 

 

 

 

2

10

 

JUMLAH

 

 

 

 

 

20

100

                       

 

KETERANGAN :

1)      SK

2)      Kurang baik

3)      Cukup baik

4)      Baik

5)      Sangat baik

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 8

 

Pedoman Penilaian Keterampilan Menulis Puisi

 

No

Kategori

Rentang Nilai

1

Sangat Baik

84-100

2

Baik

73-83

3

Cukup

62-72

4

Kurang

51-61

5

Sangat Kurang

0-50

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 9

Lembar Observasi

 

Mata Pelajaran          :           Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal           :           Rabu

Kelas                           :           X Akselerasi

Tahun Pelajaran       :          

 

Berikan tanda cheek list (v) pada kolom lembar observasi berikut !

 

No

Aspek Pengamatan

Keterangan

1

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Perilaku positif

1. Siswa memperhatikan dan merespon dengan antusias(bertanya, menanggapi dan mencatat)

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Siswa berpartisipasi secara aktif dalam diskusi kelompok

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.Siswa merespon positif (senang) terhadap teknik pembelajaran yang digunakan guru

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.Siswa aktif meenjawab dan selalu bertanya apabila menemukan kesulitan

5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5. Siswa menulis puisi dengan sikap dan perilaku yang baik

6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perilaku negatif

6. Siswa tidak memperhatikan penjelasan guru dan melakukan kegiatan yang tidak perlu (bicara sendiri, mondar-mandir, tiduran, dan membuat catatan yang tidak penting)

7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7. Siswa kurang berpartisipasi atau pasif dalam kegiatan diskusi kelompok

8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8. Siswa merespon negatif (acuh tak acuh,terhadap teknik pembelajaran yang digunakan guru)

9

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9.Siswa pasif dan malas bertanyamengenai materi menulis puisi dengan teknik gali kunci.

10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10. Siswa melakukan kegiatan yang tidak perlu pada saat mendapat tugas menggali kata dari kata kunci yang diberikan guru atau dipilihnya (menyontek, tiduran, bercanda, dsb.)

11

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

13

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

14

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

15

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

16

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

17

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

18

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

19

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

21

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

22

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 10

Rencana Pembelajaran pada Pelaksanaan PTK

 

 

RENCANA PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan    :           SMA Negeri 1 Purworejo

Mata Pelajaran          :           Bahasa Indonesia

Kelas/Semester          :           X/I

Alokasi Waktu           :           3 x 45

Pertemuan                 :           ke-2

 

A.Standar kompetensi : 8. Mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi

 

B.Kompetensi dasar    :8.1 Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima.

 

C.Indikator                  :        

1        mengidentifikasi puisi berdasarkan unsur batiniah pengembangan puisi.

2        Mengidentifikasi puisi berdasarkan unsur lahiriah.

3        Menulis puisi dengan memperhatikan aspek lahiriah dan batiniah puisi.

4        Menyunting puisi yang dibuat teman.

D.Tujuan:

1.Siswa dapat mengidentifikasi puisi berdasarkan aspek lahiriah puisi .

2.Siswa dapat mengidentifikasi puisi berdasarkan aspek batiniah puisi’

3.Siswa dapat menulis puisi baru dengan memperhatikan aspek lahiriah dan batiniah puisi.

4.Siswa dapat menyunting puisi buatan teman.

 

 

E.Materi Pokok

Aspek Pembangun Puisi

a). Struktur Lahiriah

5        Pemadatan bahasa

6        Pemilihan kata khas / diksi / majas

7        Kata konkret

8        Pengimajinasian/citraan

9        Rima dan irama

10    Tipografi

b). Struktur Batiniah

                                                              i.      Tema

                                                            ii.      Perasaan

                                                          iii.      Nada dan suasana

                                                          iv.      Amanat dan perasaan

 

F. Skenario Pembelajaran

No.

Kegiatan

Waktu

Metode

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.

Pendahuluan

1.1  Guru memberikan salam, menanyakan keadaan siswa dan mempresensi siswa

1.2  Guru mengatur kondisi kelas yang kondusif untuk mempersiapkan materi

1.3  Guru menanyakan pembelajaran puisi pada pertemuan sebelumnya, yakni tentang  puisi lama

1.4  Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran menulis puisi pada hari itu

 

Kegiatan Inti

2.1Guru menyajikan contoh puisi dengan menggunakan bantuan LCD

2.2 Guru meminta kepada salah satu siswa untuk membacakan puisi secara nyaring

2.3Siswa dikelompokkan  @ 4-5 orang  untuk mengidentifikasi puisi yang ditampilkan pada layar LCD dan dalam bentuk kelompok diberi lembar print-out(cetakannya).

2.4 Setiap kelompok mempresentasikan  hasil kerjanya dan ditanggapi oleh kelompok lain

2.5 Siswa bersama guru menyimpulkan karakteristik puisi yang baru dibahas

2.6 Guru kembali meyangkan materi puisi dalam bentuk power point

2.7 Guru menayangkan beberapa kata kunci dalam power point dan contoh pengembangannya menjadi puisi berdasarkan eksplorasi dari kata kunci

2.8 Siswa diminta untuk menggali kata kunci yang diberikan oleh guru yang masih terdapat di dalam amplop secara kelompok

2.9 Secara perorangan kata-kata yang telah tergali dalam kelompok dikembangkan  menjadi puisi

2.10 Beberapa siswa diminta untuk membacakan hasil karyanya dan dibahas dalam diskusi kelas

 

Penutup

            Guru bertanya kepada siswa apakah masih menemui kendala dalam pembelajaran menulis puisi

            Guru bersama-sama siswa merefleksi hasil pemebelajaran pada hari itu

            Siswa dibantu guru menyimpulkan materi pembelajarn pada hari itu

            Guru memberikan penghargaan dan motivasi kepada siswa untuk terus belajar menulis puisi

            Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan terima kasih atas perhatian dari para siswa dan salam.

 

15’

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100’

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20’

Tanya jawab

Ceramah

 

 

 

 

 

 

Pemberian ilustrasi

 

 

Pemodelan

 

 

 

 

Inkuiri

 

 

Diskusi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanya jawab

 

Ceramah

 

 

F. Media

 

1.White board

2. LCD

3. Power point

 

G. Sumber/ Bahan Ajar

1. Modul/LKS/Panduan Materi Bahasa Indonesia Kelas X

2. Materi Puisi pada lembaran power point

 

H. Penilaian

 

Bentuk : Penilaian Proses

                Penilaian Unjuk kerja

 

Penilaian Proses                                : dilakukan selama kegiatan pemebelajaran berlangsung yang meliputi:

ü  Keaktifan siswa dalam mendengarkan penjelasan dari guru

ü  Keaktifan dalam bertanya /menjawab

ü  Keaktifan dalam diskusi kelompok

ü  Keaktifan dan kesungguhan dalam melaksanakan tugas mandiri

 

Penilaian unjuk kerja

Penilaian unjuk kerja berupa hasil tulisan puisi yang dibuat berdasarkan kata kunci tang tergali

 

  1. Soal Tes

 

Pilihnya salah satu kata kunci, lalu kembangkanlah menjadi sebuah puisi dengan memperhatikan aspek lahiriah dan batiniah puisi

 

Berikut daftar kata kuncinya

 

 AKU              ASA                IBU                 BUMIKU                   AIR

 

MARAH                    TAKUT                     PERTEMUAN                      RINDU

 

KENANGAN                        HITAM

 

 

 

 

Mengetahui, Kepala Sekolah                                   Purworejo,    Januari 2009

Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

 

Dra. Budiastuti Sumaryanti, M.Pd.                        Partinem, S.Pd.

NIP 196010051987032006                                        NIP 197004291997022002


Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari SEMUA TENTANG SMA DAN EDUKASI.com di inbox anda:


0 komentar:

Posting Komentar

 

Labels