Submit

20 Okt 2012

Karya Tulis Ilmiah Pemanfaatan Teh Daun Pepaya sebagai Antikanker

Karya Tulis Ilmiah

Pemanfaatan Teh Daun Pepaya sebagai Antikanker

Diajukan dalam Rangka Memenuhi Tugas Mandiri Terstruktur

Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI Semester II

Tahun Pelajaran 2011/2012

clip_image002

Disusun Oleh :

DWI LESTARI

NIS: 5585

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

SMA NEGERI 1 KUTOWINANGUN

2012

Pemanfaatan Teh Daun Pepaya sebagai Antikanker

Diajukan dalam Rangka Memenuhi Tugas Mandiri Terstruktur

Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI Semester II

Tahun Pelajaran 2011/2012

clip_image002[1]

Disusun Oleh :

DWI LESTARI

NIS: 5585

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

SMA NEGERI 1 KUTOWINANGUN

2012

 

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Karya Ilmiah : Pemanfaatn Teh Daun Pepaya sebagai Antikanker

Penyusun :

Nama : Dwi Lestari

NIS : 5585

Sekolah : SMA Negeri 1 Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah.

Karya tulis ini telah disahkan pada Februari 2012.

Oleh:

Pembimbing

Drs. Kirwanto

NIP. 19630809 199512 1 001

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Berkat limpahan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan penulisan karya tulis ilmiah yang berjudul “Pemanfaatan Teh Daun Pepaya sebagai Antikanker” ini tepat waktu.

Saya menyadari bahwa penulisan karya tulis ilmiah ini masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini disababkan oleh pengetahuan dan pengalaman penulis yang terbatas. Kendala ini dapat diatasi karena tidak sedikit perhatian dan bantuan yang telah diberikan oleh berbagai pihak yang telah membantu penyelesaian karya tulis ilmiah ini. Untuk itu, dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada:

1. Dra. Nurhidayati, selaku kepala sekolah yang telah memberikan izin dalam pelaksanaan penulisan karya tulis ilmiah ini.

2. Bapak Drs. Kirwanto, selaku guru mata pelajran Bahasa Indonesia yang telah membimbing penulis dalam penulisan kaya tulis ilmiah ini.

3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, telah banyak membantu penulis dalam penulisan karya tulis ilmiah ini.

Penulis berharap karya tulis ilmiah ini dapat menambah wawasan masyarakat tentang pemanfaatan daun pepaya. Sehingga dapat memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan kita semua.

Terakhir, saya selaku penulis tetap terbuka untuk menerima segala bentuk lritikan dan saran yang membangun. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan karunia-Nya kepada kita semua.

Kutowinangun, Februari 2012

Penulis

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan............................................................................................ ii

Kata Pengantar.................................................................................................... iii

Daftar Isi............................................................................................................. iv

Daftar Gambar.................................................................................................... v

Daftar Tabel........................................................................................................ vi

Abstrak................................................................................................................ vii

BAB I. PENDAHULUAN................................................................................ 1

A. Latar Belakang............................................................................... 1

B. Identifikasi Masalah...................................................................... 2

C. Tujuan Penelitian........................................................................... 2

D. Manfaat Penelitian......................................................................... 2

E. Metode Pengumpulan Data........................................................... 2

F. Sistematika Penulisan.................................................................... 3

BAB II. TELAAH PUSTAKA.......................................................................... 4

A. Tanaman Pepaya............................................................................ 4

B. Deskripsi Daun Pepaya.................................................................. 5

C. Penyakit Kanker............................................................................ 6

BAB III. METODOLOGI................................................................................. 8

A. Tempat dan Waktu Penelitian........................................................ 8

B. Alat dan Bahan.............................................................................. 8

1. Alat........................................................................................... 8

2. Bahan........................................................................................ 8

C. Metode Pembuatan Teh Daun Pepaya........................................... 8

D. Pengujian....................................................................................... 10

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN......................................................... 11

A. Keunggulan Teh Daun Pepaya...................................................... 11

B. Kelemahan Teh Daun Pepaya........................................................ 11

BAB V. PENUTUP............................................................................................ 12

A. Kesimpulan.................................................................................... 12

B. Saran.............................................................................................. 12

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 13

DAFTAR GAMBAR

Tanaman Pepaya................................................................................................. 4

Daun Pepaya....................................................................................................... 8

Daun Pepaya Kering........................................................................................... 9

Penumbukan........................................................................................................ 9

Serbuk Teh Daun Pepaya.................................................................................... 9

Teh Daun Pepaya................................................................................................ 9

Skema Pembuatan Teh Daun Pepaya.................................................................. 9

DAFTAR TABEL

Klasifikasi Ilmiah Pepaya................................................................................. 4

Kandungan Gizi Daun Pepaya......................................................................... 6

ABSTRAK

Kesehatan adalah hal yang harus kita syukuri dan kita jaga agar tubuh kita tetap bisa menjalankan aktifitas dengan baik. Namun, kita tidak mengetahui bahwa penyakit kapan saja bisa menyerang tubuh kita. Setiap orang mempunyai sel kanker di dalam tubuh. Sel-sel kanker ini tidak terlihat dalam tes standar hingga mereka berkembang biak menjadi bermilyar-milyar. Oleh karena itu, diperlukan pengobatan yang diharapkan dapat mencegah pertumbuahan sel kanker.

Kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:

Daun pepaya dapat dimanfaatkan untuk mencegah penyakit kanker tersebut.

Ekstrak pepaya tidak memiliki efek toksik pada sel normal sehingga lebih aman daripada terapi kanker pada umumnya. Ekstrak inilah yang kan menghambat pertumbuahan sel-sel kanker dalam tubuh.

Daun pepaya diolah menjadi teh daun pepaya agar mudah dikonsumsi. Pembuatannya yang mudah diharapkan akan mendorong masyarakat untuk bisa menirunya. Pemanfaatannya yang dijadikan sebgai obat tradisional tidak memberikan dampak yang negatif walaupun dosis pemakaiannya ditambah.

 

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kesehatan merupakan nikmat yang diberikan oleh Tuhan yang harus kita syukuri. Tubuh kita telah dilengkapi dengan sistem kekebalan yang selalu menjaga kita dari berbagai penyakit yang membahayakan bagi diri kita. Setiap orang mempunyai sel kanker di dalam tubuh. Sel-sel kanker ini tidak terlihat dalam tes standard hingga mereka berkembang biak menjadi bermilyar-milyar. Ketika dokter mengatakan kepada pasien kanker bahwa tidak ada lagi sel kanker di tubuh mereka setelah perawatan, itu berarti bahwa tes yang dilakukan tidak mampu mendeteksi sel kanker karena sel kanker tersebut tidak sampai pada jumlah yang dapat diprediksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa diagnosa kanker di seluruh dunia diperkirakan akan menemukan 12 juta penderita dalam tahun ini. Sedang kematian akibat kanker secara global akan mencapai tujuh juta.Tren penyakit ini akan meningkat dua kali lipat dan lebih mematikan pada tahun 2030.kemungkinan 75 juta penderita bakal menghuni dunia ini.

Setiap tahun kasus dan kematian karena kanker meningkat satu persen. Angka ini akan meningkat lebih tajam khususnya di Negara Cina, Rusia dan India. Artinya, kasus kanker akan seperti ‘jamur di musim hujan’ dengan mencapai 27 juta penderita di tahun 2030, dengan angka kematian 17 juta orang.

Kanker merupakan penyebab utama kedua kematian orang dewasa di belahan Barat, dan merupakan salah satu penyebab utama kematian anak-anak akibat penyakit yang berumur antara 1 hingga 14 tahun. Meskipun demikian, penyakit ini jarang menyerang orang muda. Di Inggris Raya, kanker menyerang kira-kira 1 dari antara 650 anak-anak.

Laju kematian sesuai umur per 100.000 jumlah penduduk dari semua penderita kanker laki-laki adalah 246,5 di Hungaria (salah satu yang tertinggi), sedangkan di Meksiko laju ini hanya mencapai 83,5 (salah satu yang terendah). Bagi wanita, lajunya adalah 139,8 di Denmark dan 62,3 di Mauritius. Laju bagi Inggris dan Wales adalah 179,2 bagi laki-laki dan 125,7 bagi wanita; di Amerika Serikat, laju ini adalah 164,4 bagi laki-laki dan 110,6 bagi wanita. Untuk bentuk kanker tertentu, perbedaan laju antar negara dapat mencapai 40 kali lipat. Penelitian terhadap populasi yang bermigrasi dari satu wilayah geografis ke yang lainnya memperlihatkan bahwa perbedaan ini adalah sebagai akibat dari perbedaan gaya hidup, dan bukan karena faktor etnis. Hal ini konsisten dengan temuan lainnya yang memperlihatkan bahwa kebanyakan kanker terutama berhubungan dengan penyebab yang berasal dari lingkungan dan bukan diakibatkan faktor keturunan, meskipun keduanya dapat saling berinteraksi.

Kanker yang paling banyak menimbulkan korban di Eropa dan Amerika Serikat adalah kanker paru-paru, usus besar (kolorektal), payudara, prostat, dan perut. Jika digabungkan, setengah dari seluruh jumlah kematian akibat kanker disebabkan kanker jenis ini. Mereka sekaligus, bersama-sama dengan kanker kulit, merupakan jenis kanker yang paling umum menyerang manusia. Kanker kulit adalah kanker pertama atau kedua yang paling umum di banyak negara Barat seperti Amerika Serikat, Australia, dan Inggris Raya. Untung saja kanker kulit, kecuali melanoma maligna (jenis yang paling jarang tetapi yang paling hebat), jarang berakibat fatal.

Hal ini membuktikan betapa dibutuhkannya antikanker untuk mencegah sel-sel kanker tersebut. Antikanker yang berbahan alami dan mudah didapatkan berbagai kalangan tanpa harus membayar pengobatan setelah terjangkit penyakit berbahaya tersebut. Hal tersebut bisa diatasi dengan memanfaatkan daun pepaya sebagai antikanker. Khasiat daun pepaya, Dalam riset yang dilakukan Dang diketahui, ekstrak daun pepaya akan menghasilkan molekul yang disebut Th1 tipe sitokin yang membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Hal ini akan mendukung terapi yang memanfaatkan sistem imun untuk melawan kanker.

Namun, amat disayangkan karena daun pepaya belu, dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Masyarakat kurang mengetahui akan besarnya manfaat dari daun pepaya. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang pemanfaatan daun pepaya sebagai salah satu obat tradisional untuk antikanker.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan data-data yang penulis paparkan di atas dapat dirumuskan beberapa permasalahan, antara lain:

1. Bagaimana memanfaatkan daun pepaya untuk mencegah kanker atau sebagai antikanker?

2. Kandungan apa saja yang terdapat pada daun pepaya sebagai antikanker?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk:

1. Memanfaatkan daun pepaya sebagai salah satu obat tradisonal untuk antikanker.

2. Memberikan cara alternatif untuk mencegah serangan kanker sejak dini.

3. Mengenalkan pada masyarakat salah satu obat tradisional yang lebih aman dan mudah dibuat serta didapatkan di alam.

D. Manfaat Penelitian

1. Memberikan rujukan terkait kepada instansi terkait untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi yang terdapat pada daun pepaya sebagai antikanker.

2. Memberikan masukan kepada dunia kesehatan unutk menjadikan daun pepaya sebagai alternatif penyembuhan kanker.

3. Memberikan informasi dan masukan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kebumen ataupun para penderita kanker, untuk dapat mengolah, memanfaatkan, serta membuat teh daun pepaya sendiri dari bahan baku yang tersedia di alam.

E. Metode Pengumpulan Data

Dalam penyusunan dan penyelesaian karya tulis ilmiah ini, penulis menggunakan metode sebagai berikut:

1. Studi Pustaka

Metode ini dilakukan dengan cara mencari informasi melalui buku-buku sebagai referensi dalam karya tulis ilmiah ini. Buku-buku yang digunakan merupakan buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang dibahas dalam karya tulis ilmiah ini.

2. Penelitian

Metode ini dilakukan untuk menguji kebenaran dari masalah yang dibahas dalam karya tulis ilmiah ini. Penelitian yang dilakukan menggunakan bahan dan alat-alat yang sederhana agar masyarakat dapat mengikutinya.

3. Jelajah Dunia Maya

Metode ini dilakukan untuk mencari informasi ataupun data yang tidak penulis dapatkan dari metode-metode sebelumnya. Situs-situs yang dikunjungi berhubungan dengan masalah yang dibahas dalam karya tulis ilmiah ini.

F. Sistematika Penulisan

1. BAB I PENDAHULUAN

Berisi uraian mengenai latar belakang penulisan, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan yang digunkan penulis untuk menyusun karya ilmiah ini.

2. BAB II TELAAH PUSTAKA

Berisi uraian mengenai manfaat tanaman pepaya secara umum, deskripsi daun pepaya, dan penyakit kanker.

3. BAB III METODOLOGI

Berisi uraian mengenai penelitian yaitu tempat penelitian, alat dan bahan, serta uraian tentang cara-cara pembuatan teh pepaya.

4. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Berisi uraian tentang keunggulan dan kelemahan dari teh daun pepaya.

5. BAB V PENUTUP

Berisi uraian mengenai kesimpulan dari penelitian yang dilakukan penulis dan saran-saran bagi pemerintah maupun masyarakat.

BAB II. TELAAH PUSTAKA

A. Tanaman Pepaya

Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, "papaya". Dalam bahasa Jawa pepaya disebut "kat├Ęs" dan dalam bahasa Sunda "gedang".

clip_image002[6]

Gambar 1. Tanaman Pepaya

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari tanaman pepaya antara lain:

· Akar pepaya dapat digunakan untuk membasmi cacing kremi, mengobati penyakit ginjal, sakit kandung kemih, penyakit encok, digigit serangga dan menurunkan tekanan darah tinggi.

· Daun pepaya selain dimanfaatkan sebagai sayuran, ternyata memiliki banyak khasiat. Diantaranya dapat nemanbah nafsu makan, mengobati malaria, kejang perut, mengobati sakit beri-beri, sakit panas, dan insomnia.

· Kuntum bunga pepaya ternyata dapat digunakan sebagai penambah nafsu makan selain digunakan sebagai sayuran.

· Buah pepaya dapat digunakan untuk memperlancar pencernaan, mengobati lambung dan menghaluskan kulit. Selain itu, didalam buah pepaya ternyata mengandung enzim yang dapat digunakan untuk mencegah pertumbuhan sel kanker payudara.

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan:

Plantae

(tidak termasuk)

Eudicots

(tidak termasuk)

Rosids

Ordo:

Brassicales

Famili:

Caricaceae

Genus:

Carica

Spesies:

C. papaya

Nama binomial

Carica papaya
L.

Tabel 1. Klasifikasi Ilmiah Pepaya

B. Deskripsi Daun Pepaya

Daun pepaya merupakan daun dari tanaman pepaya (Carica papaya). Berbentuk menjari dan agak bergerigi pada pinggir-pinggirnya serta berwarna hijau. Pada umumnya yang banyak dikonsumsi adalah daun yang masih muda atauagak tua dan dimakan sebagai lalapan baik mentah maupun direbus dahulu. Daun pepaya rasanya pahit dan mengandung enzim bromelin (enzim pengempuk).

Manfaat daun pepaya bagi tubuh manusia:

1. Sebagai Obat Jerawat

Bagi anda yang merasa tidak percaya diri mempunyai wajah berjerawat. Terutama bagi wanita yang selalu memperhatikan kecantikan. Daun pepaya dapat mengobatinya yaitu dengan membuatnya menjadi masker. Nah, cara membuat maskernya adal dengan mengambil 2-3 lembar daun pepaya yang sudah tua. Kemudian jemur dan tumbuk sampai halus. Tambahkan satu setengah sendok air, baru setelah itu dapat di manfaatkan untuk muka yang penuh dengan jerawat.

2. Manfaat Memperlancar Pencernaan

Daun dari tumbuhan pepaya memiliki kandungan kimia senyawa karpain. Zat itu dapat membunuh mikroorganisme yang sering mengganggu fungsi pencernaan.

3. Menambah Nafsu Makan

Manfaat ini terutama untuk anak-anak yang sulit untuk makan. Ambil daun pepaya yang segar dan memiliki ukuran sebesar telapak tangan. Kalau sudah ketemu tambahkan sedikit garam dan air hangat setengah cangkir. Campur semua lalu diblender. Kemudian saring airnya, nah air itulah yang dapat dimanfaatkan untuk menambah nafsu makan.

4. Demam berdarah

Siapa sangka kalau pepaya juga dapat untuk menyembuhkan demam berdarah. Coba ambil 5 lembar daun. Tambahkan setengah liter air lalu direbus. Ambil air tersebut jika sudah tertinggal seperempatnya saja. Saya sendiri belum pernah membuktikannya, jadi jika keadaan tidak membaik segera segera ke dokter (bahkan kalaupun memabaik segera bawa ke dokter). Anggap saja ini untuk pertolongan pertama.

5. Nyeri Haid

Wanita jawa zaman dulu sering memanfaatkan daun pepaya untuk mengobati nyeri haid. Cukup Ambil 1 lembar daun saja, Tambahkan asam jawa dan garam. Lalu campur dengan segelas air dan rebus. Dinginkan sebelum meminum ramuan pepaya tersebut.

6. Anti Kanker

Hal ini masih belum pasti, tapi dari beberapa penelitian bahwa manfaat daun pepaya juga dapat dikembangkan sebagai anti kanker. Sebenarnya bukan hanya daunnya saja melainkan batang pepaya juga dapat digunakan. Karena keduanya memiliki milky latex (getah putih seperti susu).

KANDUNGAN GIZI

JUMLAH

Energi

Protein

Lemak

Karbohidrat

Kalsium

Fosfor

Serat

Besi

Vitamin A

Vitamin B1

Vitamin B2

Vitamin C

Niacin

88,00 kal

6,10 g

1,60 g

16,70 g

373,00 mg

98,00 mg

2,10 g

1,80 mg

16130,00 B-karRE

0,15 mg

0,72 mg

181,00 mg

2,10 mg

Tabel 2. KANDUNGAN GIZI DAUN PEPAYA DALAM 100 gr BDD

C. Penyakit Kanker

Puru ayal atau kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:

· tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)

· menyerang jaringan biologis di dekatnya.

· bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.

Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi.

Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan lainnya. Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa "ganas" (bersifat kanker) atau "jinak" (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara berkembang lainnya, kanker sekarang ini bertanggung jawab untuk sekitar 25% dari seluruh kematian. Dalam setahun, sekitar 0,5% dari populasi terdiagnosa kanker.

Pada pria dewasa di Amerika Serikat, kanker yang paling umum adalah kanker prostat (33% dari seluruh kasus kanker), kanker paru-paru (13%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker kandung kemih (7%), dan "cutaneous melanoma (5%). Sebagai penyebab kematian kanker paru-paru adalah yang paling umum (31%), diikuti oleh kanker prostat (10%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker pankreas (5%) dan leukemia (4%).

Untuk dewasa wanita di Amerika Serikat, kanker payudara adalah kanker yang paling umum (32% dari seluruh kasus kanker), diikuti oleh kanker paru-paru (12%), kanker kolon dan rektum (11%), kanker endometrium (6%, uterus) dan limfoma non-Hodgkin (4%). Berdasarkan kasus kematian, kanker paru-paru paling umum (27% dari kematian kanker), diikuti oleh kanker payudara (15%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker indung telur (6%), dan kanker pankreas (6%).

Statistik dapat bervariasi besar di negara lainnya. Di Indonesia, kanker menjadi penyumbang kematian ketiga terbesar setelah penyakit jantung. Penyebab utama kanker di negara tersebut adalah pola hidup yang tidak sehat, seperti kurang olahraga, merokok, dan pola makan yang tak sehat. Pada tanaman, kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis jamur/ bakteri tertentu. Pola invasi kanker tanaman dan kanker pada manusia sangat berbeda.

Kanker adalah penyakit yang 90-95% kasusnya disebabkan faktor lingkungan dan 5-10% karena faktor genetik. Faktor lingkungan yang biasanya mengarahkan kepada kematian akibat kanker adalah tembakau (25-30%), diet dan obesitas (30-35 %), infeksi (15-20%), radiasi, stres, kurangnya aktivitas fisik, polutan lingkungan.

BAB III. METODOLOGI

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Proses pembuatan teh daun pepaya dilaksanakan di rumah penulis. Waktu pelaksanaannya pada bulan Januari sampai bulan Februari 2012.

B. Alat dan Bahan

1. Alat

Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:

a. Penampan atau loyang datar

b. Oven

c. Muthu atau penumbuk

2. Bahan

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini:

a. Daun pepaya

Dalam penelitian ini daun pepaya digunakan sebagai bahan baku dari pembuatan teh daun pepaya.

b. Air

Air mentah digunakan untuk mencuci bersih daun pepaya dan air panas untuk menyeduh teh daun pepaya.

C. Metode Pembuatan Teh daun Pepaya

Metode yang digunakan untuk membuat teh daun pepaya adalah dengan menggunakan cara sederhana dan inovasi penulis. Metode pembuatan teh daun pepaya sebagai berikut:

1. Pemilihan daun pepaya

Daun pepaya yang digunakan adalah daun pepaya yang muda atau tidak terlalu tua.

2. Pencucian

Daun pepaya yang akan dikeringkan sebelumnya dicuci bersih menggunakan air yang mengalir, lalu ditiriskan.

3. Pengeringan

Daun yang sudag dicuci bersih selanjutnya dikeringkan. Proses pengeringan bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

a. Dijemur

Letakkan daun diatas penampan, lalu jemur hingga kering. Penjemuran kurang lebih selama 4-5 hari tergantung cuaca.

clip_image004

Gambar 2. Pengeringan

b. Di-oven

Letakkan daun diatas loyang datar, lalu masukkan oven. Tunggu hingga daunnya mengering.

4. Penumbukan

Setelah daun mengering, tumbuklah menggunakan muthu hingga halus.

Gambar 4. Penumbukkan

clip_image006clip_image007clip_image009

Gambar 3. Daun pepaya kering

clip_image011Setelah halus, teh bubuk daun pepaya tersebut bisa kita seduh dengan menggunakan air panas.

clip_image012clip_image014

Gambar 6. Teh daun pepaya

Gambar 5. Serbuk teh daun pepaya

Metode pembuatan teh daun pepaya diatas adalah salah satu cara efektif dalam pembuatan teh daun pepaya. Metode-metode tersebut termasuk teknik pembuatan sederhana sehingga masyarakat diharakan dapat menirunya. Skema pembuatan teh daun pepaya sebagai berikut:

       
 

Pemilihan daun pepaya

 
    clip_image015
 
 

Pencucian

 
    clip_image016
 
 

Pengeringan

 
    clip_image016[1]
 
 

Penumbukkan

Gambar 7. Skema pembuatan teh daun pepaya

D. Pengujian

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui khasiat dari penggunaan teh daun pepaya. Daun pepaya yang telah menjadi bubuk, diseduh dengan menggunakan air panas atau hangat. Teh daun pepaya tersebut diminum 2 kali sehari secara rutin. Kandungan dalam teh daun pepaya tersebut akan mengurangi sel tumor penyebab kanker. Pengunaan teh daun pepaya tersebut memerlukan jangka waktu tertentu untuk mengetahui khasiatnya. Periksalah ke dokter untuk mengetahui pertumbuhan selnya.

Langkah-langkah tersebut merupakan cara sederhana dalam menguji kemampuan teh daun pepaya sebgai antikanker. Selain untuk menguji teh daun pepaya, cara diatas juga bertujuan agar masyarakat dapat menirunya sebagai salah satu obat tradisional yang mudah didapatkan di alam.

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Keunggulan Teh Daun Pepaya

Pemanfaatan daun pepaya sebagai antikanker dilakukan dengan mengolahnya menjadi teh daun pepaya. Pada setiap tahap pembuatannya memiliki tujuan. Pada tahap pertama dilakukan pemilihan daun pepaya yang masih muda atau tidak terlalu tua dan masih segar. Daun pepaya muda memiliki kandungan yang baik untuk diolah sebagai antikanker. Pada tahap selanjutnya adalah proses pencucian menggunakan air bersih yang mengalir. Langkah ini dilakukan bertujuan untuk membersihkan daun pepaya dari kotoran ataupun debu yang ada di daun pepaya tersebu, sehingga daun tersebut terjaga kebersihannya.

Pada tahap ketiga, yaitu pengeringan, bertujuan agar daun pepaya mudah dijadikan ekstrak atau serbuk yang nantinya dikonsumsi sebagai teh daun pepaya. Selanjutnya, setelah daun pepaya mengering, kita tumbuk menjadi halus. Serbuk halus teh daun pepaya itulah yang menjadi ekstrak untuk diseduh menjadi teh daun pepaya.

Penggunaan teh daun pepaya tidak memberikan dampak negatif walaupun dosis pemakaiannnya ditambah. Hal ini disebabkan pembuatannya yang dibuat dari bahan alami tanpa penambahan bahan kimia. Daun pepaya memiliki milky latex (getah putih seperti susu) yang berfungsi sebagi antikanker yang menghambat pertumbuahn sel-sel kanker.

B. Kelemahan Teh Daun Pepaya

Pembuatan teh daun pepaya ini tetap menghasilkan rasa pahit seperti rasa daun pepaya itu sendiri. Pahitnya bisa menjadi salah satu alasan seseorang enggan mengonsumsinya. Penggunaannya sebagai obat tradisional untuk antikanker masih sangat rendah karena sedikitnya peelitian tentang kandunagn dari teh daun pepaya.

Masyarakat pun masihrtendah pengetahuannya tentang manfaat yang dimiliki daun pepaya. Oleh karena itu, pemanfaatannya ditengah-tengah masyarakat masih sedikit.

BAB V. KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian terhadap daun pepaya, penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:

1. Daun pepaya dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mencegah penyakit kanker.

2. Mengonsumsi teh daun pepaya secara rutin dapat mengurangi pertumbuhan sel tumor penyebab kanker.

3. Mengonsumsi obat tradisional seperti teh daun pepaya tidak memberikan efek samping seperti penggunaaan obat-obat kimia.

B. Saran

1. Perlu diadakannya penelitian lain untuk meneliti pemanfaatan daun pepaya sebagai antikanker.

2. Perlu diterapkannya penggunaan teh daun pepaya oleh masyarakat untuk mencegah timbulnya penyakit kanker sejak dini.

3. Perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah dalam menghasilkan hasil-hasil bumi yang berpotensial sebagai obat-obat yang bermanfaat.

DAFTAR PUSTAKA

S. Wirakusumah, Emma. 2006. Buah & Sayur untuk Terapi. Jakarta: Penebar Swadaya, hal 79-80.

Muljana, Wahju. 1997. Bercocok Tanam Pepaya. Semarang: Aneka Ilmu.

http://id.wikipedia.org/wiki/Pepaya

http://republika.co.id/berita/18357.html

http://papaya-tea.blogspot.com

http://www.blogiztic.com/kesehatan/manfaat-daun-pepaya-bagi-tubuh-manusia.html

http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/10/03/10/106153-teh-daun-pepaya-pengusir-kanker

http://www.herbal.web.id/2011/09/manfaat-daun-pepaya-melawan-kanker.html

http://www.herbal.web.id/2011/09/manfaat-daun-pepaya-melawan-kanker.html

http://www.go4healthylife.com/articles/731/1/Ekstrak-Daun-Pepaya-Efektif-Berangus-Segala-Kanker-/Page1.html


Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari SEMUA TENTANG SMA DAN EDUKASI.com di inbox anda:


0 komentar:

Poskan Komentar

 

Labels