Submit

23 Okt 2012

Tanaman Bunga Pukul Empat ( Mirabilis jalapa L. ) sebagai Bahan Pembuatan Obat Maturatif Alami

Tanaman Bunga Pukul Empat ( Mirabilis jalapa L. ) sebagai Bahan Pembuatan Obat Maturatif Alami

Diajukan dalam Rangka Memenuhi Tugas Mandiri Terstruktur Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI Semester 2 Tahun Pelajaran 2011/2012

clip_image002

Disusun Oleh :

Nasihatul Khoeriyah

NIS : 5673

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

SMA NEGERI 1 KUTOWINANGUN

2012

LEMBAR PENGESAHAN

Judul : Tanaman Bunga Pukul Empat ( Mirabilis jalapa L. ) sebagai Bahan Pembuatan Obat Maturatif Alami

Penyusun : Nasihatul Khoeriyah

NIS : 5673

Sekolah : SMA Negeri 1 Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah

Karya tulis ini telah disahkan pada............Februari 2012 oleh :

Pembimbing

Drs. Kirwanto

NIP. 19630809.199512.1.001

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis kepada Allah SWT atas segala rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tuliis ini yang berjudul “ Tanaman Bunga Pukul Empat ( Mirabilis jalapa L. ) sebagai Bahan Pembuatan Obat Maturatif Alami “ dengan baik. Dalam pembuatan karya tulis ini, penulis tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu Hj.Dra.Nurhidayati selaku Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun,

2. Bapak Drs. Kirwanto selaku pembimbing dalam pembuatan karya tulis ini, sehingga penulis dapat mennyelesaikan dengan baik,

3. Bapak Ibu yang telah memberikan bantuan dan dukungan baik secara material maupun spiritual,

4. Semua pihak yang telah membantu sampai selesainya karya tulis ini.

Karya tulis ini membahas tentang pentingnya manfaat tanaman bunga pukul empat sebagai bahan pembuatan obat bisul yang sangat memungkinkan untuk dipraktikkan oleh masyarakat. Adapun karya tulis ini diajukan untuk memenuhi tugas mandiri terstruktur mata pelajaran bahasa indonesia di kelas XI semester II tahun pelajaran 2011/2012.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar dalam penyusunan karya tulis yang akan datang lebih baik. Akhirnya penulis berharap semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Kutowinangun, Februari 2012

Penulis

DAFTAR ISI

Halama Judul................................................................................................................ i

Lembar Pengesahan...................................................................................................... ii

Kata Pengantar............................................................................................................. iii

Daftar Isi...................................................................................................................... iv

Daftar Gambar.............................................................................................................. v

Ringkasan Karya Tulis................................................................................................. vi

BAB I. PENDAHULUAN.......................................................................................... 1

A. Latar Belakang............................................................................................... 1

B. Identifikasi Masalah...................................................................................... 2

C. Tujuan Penelitian........................................................................................... 2

D. Manfaat penelitian......................................................................................... 3

BAB II. TELAAH PUSTAKA.................................................................................... 4

A.Profil Tanaman................................................................................................. 4

1. Deskripsi............................................................................................ 4

2. Proses Perkembangbiakan.................................................................. 7

3. Tempat Penyebaran............................................................................ 7

BAB III. METODOLOGI........................................................................................... 9

A. Tempat dan Waktu Percobaan....................................................................... 9

B. Alat dan Bahan.............................................................................................. 9

C. Langkah Pembuatan..................................................................................... 10

D. Pengujian...................................................................................................... 11

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................. 13

A. Hasil.............................................................................................................. 13

B. Kelebihan dan Kekurangan.......................................................................... 14

C. Cara Penggunaan.......................................................................................... 15

BAB V. PENUTUP.................................................................................................... 16

A. Kesimpulan................................................................................................... 16

B. Saran............................................................................................................. 16

DAFTARPUSTAKA.................................................................................................. 17

DAFTAR GAMBAR

1.Tanaman Bunga Pukul Empat................................................................................... 4

2. Batang Tanaman....................................................................................................... 5

3. Bunga Tanaman........................................................................................................ 6

4. Biji Tanaman............................................................................................................. 7

RINGKASAN KARYA TULIS

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya Sumber Daya Alam. Namun dari sebagian besar tanaman yang ada belum dimanfaatkan secara maksimal, bahkan kita tidak mengetahui manfaat dari tanaman tersebut. Sebagai salah satu contoh Tanaman Bunga Pukul Empa yang oleh sebagian besar masyarakat hanya dianggap sebagai tanaman hias. Dengan adanya hal tersebut dapat dirumuskan masalah (a) Apakah tanaman bunga pukul empat memiliki peran penting dalam bidang kesehatan? (b) Apakah zat yang terkandung dalam tanaman bunga pukul empat dapat dimanfaatkan sebagai obat? (c) Apakah tanaman bunga pukul empat memiliki kandungan zat kimia berbahaya?. Tujuan dari percobaan ini adalah (a) Memanfaatkan sebagian flora di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan di bidang kesehatan (b) Mengetahui zat-zat yang terkandung dalam tanaman Bunga Pukul Empat (c) Untuk mengetahui lebih lanjut tentang tanaman bunga pukul empat (d) Memaksimalkan manfaat dari tanaman bunga pukul empat selain sebagai tanaman hias. Manfaat yang diperoleh adalah (a) Bisa memberikan informasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan tanaman bunga pukul empat (b) Memberikan inspirasi untuk melakukan penelitian yang lebih kompleks (c) Memberikan dukungan kepada masyarakat untuk memanfaatkan semaksimal mungkin SDA yang dimiliki.

Dilihat dari fungsi tanamannya, tanaman ini mirip tanaman kelapa. Karena dari seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Selain itu hampir di seluruh wilayah Indonesia tanaman ini dapat ditemukan. Namun tanaman ini di setiap daerah memiliki sebutan yang berbeda-beda. Adapun strukur tanaman ini dengan akar memiliki umbi dan berukuran panjang 7 cm-9 cm, diameter 2 cm-5 cm, batang berukuran panjang 20 cm-80 cm, daun berukuran panjang 2 cm-11 cm dan lebar 8 mm-7 cm, dan biji berdiameter 5 mm.

Pemanfaat daun tanaman bunga pukul empat sebagai bahan pembuatan obat bisul dilakukan dengan cara yang sangat tradisional. Sehingga mudah untuk dipraktikan oleh masyarakat. Selain itu tanaman ini pasti mudah ditemukan di berbagai daerah. Karena selain caranya yang mudah bahan yang dibutuhkan sangatlah sederhana dan tidak mengeluarkan banyak biaya.

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sumber Daya Alam ( SDA ) merupakan faktor terpenting dalam kehidupan. Karena sebagai manusia pasti tergantung pada alam dan membutuhkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhannya. Bagaimanakah ketersediaan sumber daya alam di Indonesia? Indonesia merupakan negara yang memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah. Hampir semua flora dan fauna dapat ditemukan di Indonesia. Selain itu Indonesia juga memiliki hutan tropis yang sangat luas, sehingga pantas jika Indonesia disebut sebagai salah satu negara paru-paru dunia. Selain itu, dari berbagai flora dan fauna di Indonesia juga memiliki banyak manfaat, baik di bidang ekonomi, budaya, maupun kesehatan.

Khusus di bidang kesehatan, flora dan fauna Indonesia biasanya banyak digunakan sebagai obat. Namun meskipun kaya dengan Sumber Daya Alam, tetapi Indonesia masih banyak melakukan import obat. Itu karena Indonesia belum bisa mengolah Sumber Daya Alam yang dimiliki secara maksimal. Padahal sebenarnya dari tumbuhan tingkat rendah hingga tumbuhan tingkat tinggi di Indonesia bisa dimanfaatkan sebagai obat.

Indonesia sebagai negara yang kaya Sumber Daya Alam seharusnya memiliki penduduk yang hidup secara makmur. Karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sudah terjamin oleh Sumber Daya Alam yang melimpah. Akan tetapi masih banyak penduduk Indonesia yang hidupnya belum layak. Bahkan karena desakan ekonomi banyak penduduk Indonesia yang tidak memperhatikan kesehatannya. Sehingga sangat mudah untuk terserang penyakit. Bahkan karena SDM yang masih rendah, maka sebagian besar penduduk Indonesia belum mau untuk melakukan penelitian terhadap tanaman di lingkungan sekitarnya, yang mungkin dapat menyembuhkan penyakitnya. Kebanyakan mereka lebih mengandalkan untuk berobat dan membeli produk obat luar negeri, yang mungkin sebenarnya berbahan dasar dari Indonesia.

Dengan memanfaatkan seluruh flora dan fauna yang ada di Indonesia secara maksimal dan teratur, tentu Indonesia seimbang dengan negara lain dalam memproduksi berbagai obat yang diperlukan. Misal dengan memanfaatkan tanaman bunga pukul empat yang sangat mudah ditemukan di wilayah Indonesia, dan memiliki kandungan zat kimia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan obat berbagai penyakit.

Itulah yang melatarbelakangi penulisan tentang manfaat tanaman bunga pukul empat sebagai bahan dasar pembuatan obat bisul. Dan merupakan langkah memanfaatkan sebagian dari jenis flora di Indonesia dan sangat mudah ntuk dipraktikan di kalangan masyarakat. Dan terkait dengan beberapa hal antara lain:

1. Belum banyaknya orang yang mengetahui tentang zat yang terkandung dalam tanaman bunga pukul empat.

2. Untuk memanfaatkan sebagian dari jenis tanaman di Indonesia.

3. Banyak orang yang tidak mempedulikan keadaan tanaman obat di lingkungannya.

Beberapa hal itulah yang melatarbelakangi penulis untuk memaparkan “Manfaat Bunga Pukul Empat ( Mirabilis jalapa L. ) Sebagai Bahan Pembuatan Obat Bisul”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan data-data di atas dapat dirumuskan beberapa permasalahan antara lain :

1. Apakah tanaman bunga pukul empat memiliki peran penting dalam bidang kesehatan ?

2. Apakah zat yang terkandung dalam bunga pukul empat dapat dimanfaatkan sebagai obat ?

3. Apakah tanaman bunga pukul empat juga memiliki zat-zat kimia yang berbahaya bagi tubuh ?

C. Tujuan Penelitian

1. Memanfaatkan sebagian flora di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan di bidang kesehatan.

2. Mengetahui zat-zat yang terkandung dalam tanaman bunga pukul empat.

3. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang tanaman bunga pukul empat.

4. Memaksimalkan manfaat dari tanaman bunga pukul empat selain sebagai tanaman hias.

D. Manfaat Penelitian

1. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan tanaman bunga pukul empat sebagai obat bisul.

2. Memberikan inspirasi untuk melakukan penelitian yang lebih kompleks.

3. Memberikan dukungan kepada masyarakat untuk memanfaatkan semaksimal mungkin Sumber Daya Alam yang dimiliki.

4. Memberikan motivasi kepada masyarakat untuk menggali secara maksimal kemampuan yang dimiliki

BAB II. TELAAH PUSTAKA

A.Profil Tanaman Bunga Pukul Empat ( Mirabilis jalapa L. )

Tanaman Bunga Pukul Empat ( Mirabilis jalapa L. ) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai banyak manfaat. Karena hampir dari seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Baik pemenuhan kebutuhan pokok maupun kebutuhan sekunder. Dikatakan sebagai pemenuhan salah satu kebutuhan pokok karena hampir seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan obat. Baik akar, batang, daun, bunga, dan biji. Sehingga dari obat yang diproduksi dengan bahan dasar tanaman ini, maka tanaman ini dapat dikatakan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia yaitu kesehatan. Karena kesehatan merupakan kebutuhan yang sangat pokok.

1. Deskripsi Tanaman Bunga Pukul Empat

Tanaman Bunga Pukul Empat ( Mirabilis jalapa L. ) merupakan tanaman yang termasuk dalam suku kampah-kampahan, berbatang basah, tegak, dan memiliki tinggi sekitar 20 – 80 cm. Tanaman ini biasanya banyak ditanam oleh masyarakat sebagai tanaman hias di pekarangan atau sebagai pembatas pagar rumah. Digunakan sebagai tanaman hias karena tanaman ini memiliki bunga dengan mahkota yang indah.

clip_image004

Gambar 1. Tanaman Bunga Pukul Empat

Selain itu masyarakat juga memberi sebutan pada tanaman ini sebagai “ Bunga Pukul Empat ( Four O’clok Plant) ”, karena karena keunikannya yang hanya mekar pada pukul empat, baik pada pukul empat pagi maupun pukul empat sore.

Selain disebut sebagai bunga pukul empat, tanaman ini disebut sebagai “ Bunga Ashar ”. Karena bunga dari tanaman ini biasanya mekar di sore hari sekitar pukul empat sehingga oleh masyarakat tanaman ini digunakan sebagai tanda masuknya waktu ashar, dan dahulu tanaman ini banyak ditanam di depan masjid.

Tanaman ini merupakan tanaman yang memiliki manfaat yang sangat besar. Adapun penjelasan mengenai bagian tanaman ini adalah sebagai berikut:

a.Akar

Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang memiliki akar tunggang. Biasanya akar dari tanaman ini berwarna putih dan memiliki rasa manis. Selain itu setelah tanaman ini sudah berumur cukup lama pada akar tanaman ini akar menghasilkan sejenis umbi. Umbi itu memiliki warna kulit coklat kehitaman dan berbentuk bulat memanjang. Pada umumnya umbi yang dihasilkan memiliki ukuran panjang 7 cm – 9 cm dan diameter 2 cm – 5 cm. Isi dari umbi tanaman ini berwarna putih. Akar tanaman ini juga memiliki kandungan zat betaxanthins, dan trigonellin. Adapun manfaat dari akar tanaman ini untuk mengobati berbagai penyakit antara lain: ( radang amandel ( Tonsilitis ), radang kelenjar prostat, radang sendi akut, infeksi saluran kencing, keputihan ( Leucorrhea ), erosi leher rahim ( Serviks ), kencing manis ( Diadetes Mellitus ), dan urin mengandung lemak ( Chyluria ).

b.Batang

Batang yang terdapat pada tanaman ini termasuk dalam golongan batang basah. Tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 20 cm – 80 cm, berbentuk bulat bercabang dengan permukaan licin dan berbuku-buku serta disetiap buku-buku akan tumbuh tunas daun yang baru.

clip_image006

Gambar 2. Batang Tanaman Bunga Pukul Empat

c. Daun

Pada tanaman ini memiliki jenis daun tunggal, bertulang daun menyirip. Bentuk daun dari tanaman ini seperti jantung, pangkal daun membulat, tepi daun rata, ujung daun meruncing, letak berhadapan serta berwarna hijau tua. Daun tanaman ini memiliki panjang 2 cm – 11 cm, lebar 8 mm – 7 cm. Daun terletak sekitar 6 mm – 6 cm dari tangkai daun. Zat yang terkandung dalam tanaman ini yaitu: Saponin, Flavonoid, dan Tanin. Manfaat dari daun tanaman ini di bidang kesehatan antara lain untuk mengobati penyakit ( beri-beri, keputihan, mempercepat pematangan bisul ( maturatif ), dan deuretik ).

d. Bunga

Sesuai namanya bunga pada tanaman ini mekar pada waktu ashar. Termasuk dalam golongan bunga tunggal, terletak di ujung batang, serta daun pelindung bagian bawah menyatu. Bunga berbentuk segitiga seperti terompet dengan bagian ujung bertaju lima, benang sari pipih berjumlah enam, tangkai sari sekitar 3cm dan melengkung ke dalam, dan memiliki mahkota yang berwarna-warni sesuai jenisnya ( merah, putih, jingga, kuning, dan campuran). Panjang mahkota sekitar 5 cm dan berdiameter 1-1,5 cm.

clip_image007 clip_image008

Gambar 3. Bunga Pukul Empat

e. Biji

Tanaman ini menghasilkan biji yang berjumlah banyak. Biji yang terdapat pada tanaman ini berukuran kecil, keras, dan berbentuk bulat berkerut. Pada saat masih muda biji tanaman ini berwarna hijau ,namun semakin lama akan berubah menjadi kehitaman dan setelah benar-benar matang warna biji ini menjadi hitam penuh. Biji ini memiliki diameter 5 mm, bagian dalam biji terdapat butiran putih yang lunak. Biasanya butiran ini digunakan sebagai bahan untuk membuat bedak yang digunakan untuk mengobati jerawat.

clip_image010

Gambar 4. Biji Bunga Pukul Empat

Tanaman Bunga Pukul Empat diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Sub Kingdom : Tracheobionta

Divisi : Magnoliophyta

Sub Divisi : Spermatophyta

Kelas : Magnoliopsida

Sub Kelas : Hamamelidae

Ordo : Caryoohpyllales

Family : Nyctaginaceae

Genus : Mirabilis

Species : Mirabilis Jalapa L.

2. Proses Perkembangbiakan

Tanaman ini sangat cepat untuk berkembangbiak. Adapun cara berkembangbiak tanaman ini ada beberapa cara yaitu melalui biji dan melalui tunas. Sehingga jika kita telah menanam satu tanaman ini maka secara langsung tanaman ini akan cepat bertambah karena biji yang jatuh akan segera tumbuh secara alami. Sedangkan yang tumbuh melalui umbi yaitu umbi juga akan tumbuh di tempat yang cukup air. Sehingga tanaman ini sangat mudah untuk ditemukan.

3. Tempat Penyebaran Tanaman Bunga Pukul Empat

Tanaman ini bukan jenis tanaman asli Indonesia, tetapi tanaman ini merupakan jenis tanaman yang berasal dari Meksiko. Tanaman ini memiliki nama ilmiah ( Mirabilis jalapa L. ) karena kata “ jalapa” diambil dari nama salah satu kota di Meksiko dan memiliki sinonim “ ( Jalapa congesta Moench ), ( Nyctago jalapae (L.) DC.), ( Mirabilis xalapa Noronha ),

( Mirabilis suaveolens Bill, ex Beurl ), ( Mirabilis planiflora Trautv ). Di Meksiko tanaman Bunga Pukul Empat ( Mirabilis jalapa L. ) banyak di tanam di pekarangan rumah sebagai hiasan dan pagar perumahan. Tanaman ini tumbuh subur di Indonesia karena kondisi di Indonesia cocok untuk berkembangbiak tanaman ini, yaitu tumbuh di daerah dataran rendah yang cukup mendapat sinar matahari maupun di daerah perbukitan.

Khusus di Indonesia tanaman Bunga Pukul Empat memiliki nama yang berbeda-beda di setiap daerah. Berikut nama Bunga Pukul Empat di setiap daerah di Indonesia :

Sumatra: Kembang Pukul Empat, Kembang Pagi-Sore, Bunga Waktu Kecil

Jawa : Kederat, Segerat, Tegerat, Kembang Sore, Kembang Ashar

Bali : Bunga Noja

Nusa Tenggara : Noja, Koderat, Bunga Perengki, Bunga Ledonosok, Loro Laka

Sulawesi : Bunga Empa, Turaga, Bodoko Sina, Bunga Tete Apa, Bunga Paraggi, Bunga Parengki

Maluku : Kupa Oras, Cako Rana.

Meskipun bukan tanaman asli Indonesia, tetapi tanaman ini ditetapkan sebagai “ flora identitas ” Provinsi Lampung. Selain tumbuh di daerah asal dan di Indonesia tanaman Bunga Pukul Empat ( Mirabilis jalapa L. ) juga tumbuh di daerah lain dan memiliki nama yang berbeda juga, yaitu Zi Mo Li untuk sebutan di daerah China, Marvel of Peru untuk di daerah Peru, dan beberapa nama berbeda yaitu : Commom four o’clock, Quarto, Oracioles, dan Gilala.

BAB III. METODOLOGI

A. Tempat dan Waktu Percobaan

Proses pembuatan bedak untuk mempercepat pematangan bisul ( maturatif ) dilakukan di Desa Ambalkebrek, Ambal, Kebumen . Dengan waktu percobaan pada bulan Februari 2012.

B. Alat dan Bahan

1. Alat

Alat yang digunakan pada saat melakukan percobaan ini dilarang menggunakan alat yang terbuat dari besi. Karena besi sangat mudah bereaksi dengan garam dan berkarat sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan inveksi pada tubuh. Dan obat ini langsung ditempelkan pada bagian kulit sehingga sangat memungkinkan terjadinya inveksi jika dilakukan menggunakan alat yang terbuat dari besi. Adapun alat yang digunakan antara lain :

a. Lumpang Kayu

b. Alu Kayu

c. Mangkuk Plastik

d. Lilin

e. Korek Api

2. Bahan

Bahan yang digunakan pada percobaan ini antara lain :

a. 10 Lembar Daun Bunga Pukul Empat

b. Minyak Kemiri

c. Minyak Kelapa

d. Air

e. Garam

f. Gula Enau

g. Akar segar Bunga Pukul Empat

C. Langkah Pembuatan Obat

Proses yang dilakukan saat pembuatan obat ini cukup dengan cara yang sangat sederhana dan tradisional. Sehingga dengan cara yang tradisional akan mudah untuk dipraktikan oleh berbagai pihak yang membutuhkan.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan yaitu:

1. Persiapan Bahan

a. Pemetikan Daun Segar

Pilihlah sepuluh lembar daun bunga pukul empat yang benar-benar sehat. Daun memiliki warna hijau segar, daun tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.

b. Pencucian Daun

Setelah mendapat sepuluh lembar daun segar, kemudian daun di cuci sampai benar-benar bersih. Namun pada saat mencuci daun ini harus hati-hati karena daun tidak boleh sobek.

2. Proses Pembuatan

Proses Pembuatan Obat ini tidak hanya melalui satu cara, meskipun fungsi dari obat yang dihasilkan sama. Adapun cara yang dapat dilakukan yaitu :

1. Dengan Percampuran Minyak

a. Ambillah beberapa daun bunga pukul empat yang sudah dibersihkan.

b. Kemudian panaskan daun di atas api.

c. Setelah daun sedikit layu oleskan minyak kelapa di daun tersebut.

d. Berilah lubang pada daun yang sudah diolesi minyak tersebut.

e. Daun siap untuk digunakan sebagai obat maturatif.

2. Dengan Campuran Larutan Garam

a. Ambillah sepuluh lembar daun bunga pukul empat yang sudah dibersihkan.

b. Kemudian tumbuklah daun sampai benar-benar halus.

c. Tambahkan larutan garam secukupnya.

d. Setelah benar-benar padu campuran tersebut siap untuk digunakan.

3. Dengan Campuran Gulau Enau

a. Ambillah akar Bunga Pukul Empat yang masih segar secukupnya.

b. Buang kulit akar hingga benar-benar bersih.

c. Campurkan akar yang sudah bersih dengan gula enau secukupnya.

d. Tumbuk campuran tersebut hingga benar-benar halus.

e. Setelah itu campuran siap digunakan.

D. Pengujian

Pengujian ini dilakukan untuk mengutahui mengenai kandungan yang didapatkan pada obat hasil percobaan tersebut. Adapun macam kandungan yang diuji yaitu :

1.Kandungan Warna Obat

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dan beberapa kali pengujian. Hasil yang didapatkan memiliki kandungan warna yang selalu sama, yaitu obat yang diperoleh memiliki warna hijau kehitaman. Warna tersebut merupakan warna alami dari perpaduan daun bunga pukul empat yang ditumbuk dengan larutan garam. Namun warna terlihat lebih cerah bila hanya terkena air yang terdapat dalam obat tersebut.

2.Jumlah Kandungan Air

Percampuran 10 lembar daun bunga pukul empat dan larutan garam menghasilkan obat yang mengandung sedikit air. Karena salah satu sifat garam yaitu mudah mencair bila diletakan dalam ruang terbuka, selain itu hasil penumbukan daun bunga pukul empat juga menghasilkan air. Air itulah yang nantinya memberikan rasa sejuk di bagian tubuh yang tumbuh bisul. Sehingga air tersebut bisa megurangi rasa sakit. Jumlah air yang didapatkan dari percampuran 10 lembar daun bunga pukul empat ini sekitar satu sendok teh.

3.Bau yang Ditimbulkan

Obat berbahan dasar daun bunga pukul empat ini memiliki bau yang khas. Bau obat ini seperti pada jamu tradisional, yaitu berbau tumbuhan. Meskipun sudah dicampur larutan garam bau pada obat ini masih tetap melekat. Karena larutan garam tidak berfungsi untuk menghilangkan bau.

4.Kandungan Minyak

Selain mengandung sedikit air obat ini juga memiliki sedikit kandungan minyak. Terbukti saat daun bunga pukul empat telah ditumbuk halus, sebelum dicampur larutan garam. Ketika selesai ditumbuk hasilnya terasa sedikit licin bila diambil langsung dengan tangan.

5.Batas Waktu Ketahanan Obat

Obat hasil pengujian ini merupakan jenis obat langsung pakai. Dengan cara meletakan ramuan obat yang sudah jadi selama 2 hari, ternyata setelah dua hari obat tersebut sedikit mengering berarti obat tersebut setelah 2 hari tidak dapat digunakan lagi. Sehingga obat ini langsung digunakan setelah proses pembuatan selesai. Karena daya tahan obat ini hanya untuk dua hari, maka pemakaian obat ini harus rutin diganti dua kali sehari. Karena setelah dua hari kandungan air pada obat berkurang dan obat sudah tidak segar seperti semula.

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilaksanakan dapat diuraikan bahwa salah satu fungsi dari tanaman bunga pukul empat ( Mirabilis jalapa L. ) yaitu sebagai obat pematang penyakit bisul ( maturatif ). Adapun dari hasil percobaan yang telah dilakuakan dengan pengujian diperoleh hasil sebagai berikut :

1.Kandungan Warna Obat

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dan beberapa kali pengujian. Hasil yang didapatkan memiliki kandungan warna yang selalu sama, yaitu obat yang diperoleh memiliki warna hijau kehitaman. Warna tersebut merupakan warna alami dari perpaduan daun bunga pukul empat yang ditumbuk dengan larutan garam. Namun warna terlihat lebih cerah bila hanya terkena air yang terdapat dalam obat tersebut.

2.Jumlah Kandungan Air

Percampuran 10 lembar daun bunga pukul empat dan larutan garam menghasilkan obat yang mengandung sedikit air. Karena salah satu sifat garam yaitu mudah mencair bila diletakan dalam ruang terbuka, selain itu hasil penumbukan daun bunga pukul empat juga menghasilkan air. Air itulah yang nantinya memberikan rasa sejuk di bagian tubuh yang tumbuh bisul. Sehingga air tersebut bisa megurangi rasa sakit. Jumlah air yang didapatkan dari percampuran 10 lembar daun bunga pukul empat ini sekitar satu sendok teh.

3.Bau yang Ditimbulkan

Obat berbahan dasar daun bunga pukul empat ini memiliki bau yang khas. Bau obat ini seperti pada jamu tradisional, yaitu berbau tumbuhan. Meskipun sudah dicampur larutan garam bau pada obat ini masih tetap melekat. Karena larutan garam tidak berfungsi untuk menghilangkan bau.

4.Kandungan Minyak

Selain mengandung sedikit air obat ini juga memiliki sedikit kandungan minyak. Terbukti saat daun bunga pukul empat telah ditumbuk halus, sebelum dicampur larutan garam. Ketika selesai ditumbuk hasilnya terasa sedikit licin bila diambil langsung dengan tangan.

5.Batas Waktu Ketahanan Obat

Obat hasil pengujian ini merupakan jenis obat langsung pakai. Maksudnya obat ini langsung digunakan setelah proses pembuatan selesai. Sedangkan daya tahan obat ini hanya untuk dua hari, maka pemakaian obat ini harus rutin diganti dua kali sehari. Karena setelah dua hari kandungan air pada obat berkurang dan obat sudah tidak segar seperti semula.

Jadi secara singkat obat ini memiliki kandungan antara lain :

· Campuran yang didapat berwarna hijau kehitaman.

· Campuran mengandung air.

· Memberikan sedikit rasa sejuk.

· Mempunyai bau yang khas.

· Hasil tumbukan daun sedikit berminyak.

Manfaat yang diperoleh dari hasil percobaan tersebut adalah dapat membantu

mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan oleh penyakit bisul. Selain itu obat tradisional ini berfungsi membantu mempercepat proses pematangan pada bisul, sehingga mempermudah keluarnya cairan yang terdapat di dalam kulit tersebut dan permukaan kulit akan pulih kembali.

B. Kelebihan dan Kekurangan

1. Kelebihan dari obat yang dihasilkan

a. Bahan yang diperlukan mudah didapatkan.

b. Proses pembuatan tidak membutuhkan waktu lama.

c. Tidak membutuhkan banyak biaya.

d. Dilakukan dengan cara yang mudah dan sederhana.

2. Kekurangan dari obat yang dihasilkan

a. Reaksi dari obat masih terlalu lambat.

b. Bentuk obat yang dihasilkan tidak praktis.

c. Peralatan yang digunakan sangat terbatas.

d. Hanya dapat digunakan oleh kalangan tertentu.

C. Cara Penggunaan

Setelah semua bahan sudah menyatu dan benar-benar siap digunakan. Langkah selanjutnya yaitu mengambil sebagian hasil lumatan daun dan garam tersebut kemudian tempelkan pada bagian tubuh yang terdapat bisul. Rekatkan menggunakan alat atau kain yang benar-benar bersih. Gantilah obat tersebut secara rutin selama dua kali sehari selama bisul belum sembuh.

Meskipun obat ini termasuk obat luar namun obat ini tidak boleh digunakan oleh wanita hamil. Karena dalam tanaman bunga pukul empat yang digunakan sebagai bahan pokok pembuatan obat ini terdapat kandugan zat-zat kimia yang berbahaya. Sehingga dikhawatirkan jika obat ini digunakan oleh wanita yang sedang hamil akan mengganggu kesehatannya. Karena meskipun digunakan di bagian luar zat-zat kimia pasti bisa bereaksi ke dalam tubuh.

BAB V. PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Pengobatan yang dilakukan menggunakan ramuan dari tanaman bunga pukul empat lebih menguntungkan. Karena semua bahan yang diperlukan sangat mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

2. Lebih ekonomis karena biaya yang diperlukan tidak terlalu banyak. Sehingga bagi masyarakat yang tergolong tingkat ekonominya masih rendah tidak begitu susah untuk mengobati penyakit yang diderita dengan biaya yang mahal.

B. Saran

1. Masyarakat harus lebih memperhatikan tentang manfaat dari tanaman yang ditanamnya. Sehingga dari tanaman yang dipelihara memiliki multi fungsi, dan bisa untuk memenuhi kebutuhannya.

2. Perlu diadakan percobaan yang lebih lengkap agar hasil yang didapatkan lebih bermutu dan cara yang digunakan lebih praktis.

3. Perlu mengadakan percobaan lebih lanjut agar mendapatkan fungsi yang lebih kompleks dari tanaman bunga pukul empat.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.id.wikipedia.org

http://www.iptek.net.id/ind/pd tanoba/.

http://tanamanherbal.wordpress.com

http://www.iptek.net.id

www.proseante.org/prohati4/browser.php?docsid=109

www.theplantlist.org/tpl/record/kew-2502156


Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari SEMUA TENTANG SMA DAN EDUKASI.com di inbox anda:


0 komentar:

Poskan Komentar

 

Labels